BontangKALTIMNEWS

Transformasi Digital Pasar, Parkir Non Tunai Segera Diuji Coba

×

Transformasi Digital Pasar, Parkir Non Tunai Segera Diuji Coba

Sebarkan artikel ini
Portal parkir pasar Taman Rawa Indah, Bontang (Foto : Lia Abdullah/Nius)

NIUS.id – Uji coba penerapan sistem parkir non tunai di tiga pasar tradisional Bontang tengah dipersiapkan.

Hal ini sebagai bagian dari program Smart City dan uji coba dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, mulai April hingga Juni 2026 yang bekerja sama dengan Bank Kaltimtara.

Kepala Dinasa Koperasi Usaha Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP), Eko Arisandi mengatakan nantinya berbagai metode pembayaran akan digunakan dalam sistem ini, mulai dari e-toll, e-money, hingga QRIS. Langkah ini diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat yang selama ini masih menggunakan sistem tunai.

“Rencana nanti bulan April kita mulai uji coba non tunai di tiga pasar yakni Tamrin, Taman Citra Loktuan dan Taman telihan yang nantinya kita akan bekerja sama dengan Bank Kaltimtara untuk memfasilitasi,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Ia menjelaskan, masa uji coba ini penting untuk melihat kesiapan masyarakat, khususnya para pedagang yang menjadi pengguna utama fasilitas pasar.

“Insyaallah kita coba selama dua bulan. Ini kan merubah kebiasaan dari tunai ke non tunai, jadi perlu penyesuaian,” lanjutnya.

Dalam skema yang disiapkan, pedagang akan mendapatkan perlakuan khusus berupa kartu akses tersendiri. Kartu tersebut akan terdaftar sesuai pasar masing-masing dan hanya bisa digunakan oleh pedagang yang telah terdata.

“Untuk pedagang nanti ada semacam kartu khusus, jadi seperti bypass. Itu terdaftar dan hanya yang berhak saja yang bisa menggunakan,” jelasnya.

Saat ini, sistem parkir di pasar masih menggunakan karcis manual. Oleh karena itu, pemerintah tidak ingin terburu-buru dalam menerapkan sistem baru tanpa persiapan matang.

“Sekarang masih pakai karcis. Jadi kita tidak langsung terapkan, harus ada sosialisasi, semacam uji coba dulu,” katanya.

Selain itu, proses edukasi kepada masyarakat juga menjadi perhatian utama agar penerapan sistem non tunai bisa berjalan efektif.

“Di pasar itu tidak bisa langsung kita paksa. Harus ada semacam sosialisasi dan uji coba dulu, nanti kita lihat perkembangannya,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyebut jika dalam dua bulan uji coba hasilnya belum maksimal, pemerintah membuka kemungkinan untuk memperpanjang masa percobaan.

“Kalau masih belum maksimal, bisa saja uji cobanya kita tambah lagi waktunya,” pungkasnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *