BontangKALTIMNEWSUTAMA

Bau Limbah SPPG Bontang Barat 01 Dikeluhkan Warga Kanaan, Pengelola Janji Perbaikan

×

Bau Limbah SPPG Bontang Barat 01 Dikeluhkan Warga Kanaan, Pengelola Janji Perbaikan

Sebarkan artikel ini
Saluran pembuangan di sekitar SPPG Bontang Barat 01 diduga menimbulkan bau tidak sedap.
Saluran pembuangan di sekitar SPPG Bontang Barat 01 diduga menimbulkan bau tidak sedap. (FOTO: IR/NIUS.id)

NIUS.id – Bau busuk menyengat diduga berasal dari limbah aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Barat 01 di Kelurahan Kanaan, Kota Bontang, dikeluhkan warga sekitar. Persoalan yang disebut telah berlangsung hampir setengah bulan itu belum juga teratasi, meski warga mengaku berulang kali menyampaikan keluhan.

Herlina, warga yang rumahnya berada tepat di samping SPPG Bontang Barat 01, mengaku terganggu oleh bau menyengat yang kerap muncul dari sekitar saluran pembuangan. Bahkan, aroma tidak sedap tersebut membuatnya merasa mual hingga ingin muntah.

“Ini bau sekali, bau banget, bau bangkai,” keluh Herlina, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, bau tersebut diduga berasal dari sisa makanan dan air bekas pencucian bahan makanan yang dibuang setelah aktivitas dapur berlangsung.

Aroma menyengat kerap muncul pada pagi hari dan semakin mengganggu ketika aktivitas pembuangan limbah berlangsung.

“Pagi-pagi saya sampai rasanya mau muntah-muntah karena bau limbah itu,” ungkapnya.

Keluhan Berulang, Bau Kembali Muncul

Herlina mengaku telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak pengelola. Namun, penanganan yang dilakukan dinilainya masih sebatas pembersihan sementara.

Bau memang sempat berkurang setelah saluran dibersihkan. Akan tetapi, kondisi serupa kembali terjadi beberapa waktu kemudian.

“Biasanya kalau habis marah-marah, baru disiram lagi, dibersihkan. Nanti setelah itu bau lagi,” tuturnya.

Ia menyebut bau terkadang lebih menyengat pada hari tertentu, termasuk Sabtu. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu penghuni rumah, tetapi juga menarik perhatian orang yang melintas di sekitar lokasi.

Herlina juga mengaku persoalan itu pernah mendapat perhatian petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Meski demikian, ia menilai belum ada penyelesaian yang mampu menghilangkan sumber bau secara permanen.

“Sudah mau setengah bulan, tetapi sampai sekarang belum ada perubahan,” katanya.

Warga berharap pengelola SPPG menyediakan sistem pembuangan limbah yang memadai. Saluran pembuangan, tempat penampungan, serta penutup saluran dinilai perlu diperhatikan agar bau tidak menyebar ke permukiman.

Herlina menegaskan, keberadaan dapur pelayanan pemenuhan gizi semestinya tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

“Jangan hanya ingin mendapatkan untung besar, tetapi tidak memikirkan orang sekitarnya,” keluhnya.

Pengelola SPPG Janji Pasang Pipa Pembuangan

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Mitra SPPG Bontang Barat 01, Ida, mengakui adanya persoalan aliran air dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang menuju area jalan.

Namun, ia menjelaskan bahwa air tersebut juga bercampur dengan aliran dari saluran pembuangan lain di sekitar lokasi.

“Air IPAL itu kan keluar ke sana. Jalan di sana juga ada air dari pembuangan lain yang menyatu ke saluran,” jelas Ida.

Sebagai langkah penanganan, pihaknya berencana memasang pipa untuk mengarahkan aliran air menuju saluran pembuangan yang berada di samping rumah warga.

Menurut Ida, pemasangan pipa tersebut sebelumnya telah disarankan sebagai salah satu solusi. Namun, pengerjaannya belum dilakukan karena masih menunggu kesiapan pekerja.

“Belum, kemarin baru disarankan. Insya Allah ini kami garap. Tukang sudah siap untuk mengerjakan, nanti akan kami selesaikan,” katanya.

Ida menargetkan pengerjaan dapat dimulai pada Kamis (29/10/2026), sesuai perkiraan waktu yang disampaikan pekerja kepadanya.

Meski begitu, ia belum dapat memastikan penyelesaian pekerjaan karena pelaksanaannya masih bergantung pada ketersediaan tukang.

Ida juga menyatakan kesediaannya apabila media kembali melakukan pemantauan terhadap realisasi perbaikan tersebut.

Sementara itu, warga berharap pemasangan pipa tidak hanya memindahkan aliran pembuangan, tetapi benar-benar mengatasi sumber bau yang selama ini mengganggu lingkungan permukiman.

Realisasi perbaikan tersebut kini dinantikan warga setelah keluhan yang disampaikan berulang kali belum membuahkan hasil yang memuaskan.

“Besok lusa, itu janjinya ke saya. Saya ini tergantung tukang yang mengerjakan,” tutupnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, IR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *