NIUS.id – Di tengah langkah taktis meliburkan sekolah akibat sebaran kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan satu hal penting tidak ikut libur: Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa program makan gratis bagi anak-anak ini tetap menjadi prioritas utama pemprov di tengah situasi darurat lingkungan.
“MBG tetap jalan,” ujar Rudy saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Keputusan ini diambil menyusul kebijakan pemprov meliburkan sekolah-sekolah yang terdampak kabut asap demi melindungi kesehatan pernapasan para siswa. Meski jumlah titik api di Kaltim tergolong tinggi dan asap masih terlihat di beberapa wilayah, kondisi kualitas udara secara umum dinilai masih terkendali dan belum separah daerah tetangga.
Meski demikian, langkah antisipasi tetap dikedepankan. Pemprov Kaltim memilih menghentikan sementara aktivitas belajar tatap muka sekaligus membekali anak-anak dengan masker pelindung. Sekolah baru akan dibuka kembali setelah indeks kualitas udara benar-benar berada pada kategori sehat.
Di sinilah letak tantangannya. Bagi ribuan keluarga—terutama dari kalangan kurang mampu—program MBG bukan sekadar agenda makan bersama di sekolah, melainkan penopang utama asupan gizi harian anak. Jika program ini terhenti bersamaan dengan libur sekolah, pemenuhan gizi anak-anak tentu terancam.
Terkait teknis pembagian makanan di tengah kondisi libur sekolah, Rudy menyebut hal tersebut akan segera diatur secara mendalam oleh instansi terkait di lapangan. Yang pasti, komitmen pemerintah daerah sudah bulat: perlindungan kesehatan berjalan seiring dengan jaminan gizi anak-anak Kaltim tetap terpenuhi tanpa kompromi. (*/Zk)



