NIUS.id – Pemerintah Kota Bontang memastikan kondisi siswa SMP Vidatra yang mengalami keluhan mual dan muntah setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian serius.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris turun langsung mengunjungi siswa yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) LNG Badak.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Wawali bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang Ahmad Sugarto dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang Totoek Pribadi Ekowati mengecek kondisi siswa sekaligus meminta keterangan mengenai kejadian yang dialami setelah mengonsumsi makanan MBG, Senin (10/8/2026).
Pihaknya juga menggali informasi mengenai menu yang diterima siswa dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 5 serta waktu munculnya keluhan hingga siswa harus mendapatkan penanganan medis.
Pemkot Bontang selanjutnya akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG, khususnya pengelolaan dapur SPPG yang beroperasi di wilayah Bontang. Evaluasi akan dilakukan dengan melibatkan seluruh pengelola SPPG untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Besok kami kumpulkan seluruh pengelola SPPG untuk melihat apa yang perlu diperbaiki. Yang terpenting sekarang anak-anak mendapatkan penanganan dan kondisinya terus membaik,” kata AH, sapaan akrabnya.
Sementara itu, Direktur Utama RS PT Badak Nurul Fathoni menyebut sebanyak 31 siswa SMP Vidatra tercatat datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 siswa masih menjalani perawatan di RS Badak. Sedangkan siswa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinilai membaik dan dapat melanjutkan pemulihan di rumah.
Nurul mengatakan pihak rumah sakit memberikan penanganan sesuai kondisi masing-masing siswa. Keluhan yang dialami pun memiliki tingkat keparahan yang berbeda, mulai dari gejala ringan hingga membutuhkan perawatan lebih lanjut.
“Teman-teman medis langsung menangani sesuai keluhan masing-masing. Saat ini perkembangannya cukup baik dan sebagian besar sudah bisa kembali pulang,” ujarnya.
Selain penanganan di rumah sakit, pihak RS Badak turut mendatangi sekolah untuk memantau kondisi siswa sekaligus berkoordinasi dengan pihak sekolah mengenai langkah penanganan selanjutnya.
Nurul menegaskan rumah sakit akan terus memantau perkembangan siswa yang masih menjalani perawatan hingga kondisi mereka benar-benar stabil.
“Untuk yang masih dirawat, kami pantau terus kondisinya sampai dinyatakan cukup baik untuk kembali ke rumah,” pungkasnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



