NIUS.id – Viralnya video pembagian kelapa muda kepada siswa di SDN 001 Muara Badak terus bergulir dan memicu perhatian publik.
Setelah sebelumnya menu kelapa muda tersebut dipastikan sebagai bagian dari paket Makan Bergizi Gratis (MBG), kini klarifikasi datang langsung dari pihak dapur penyedia.
Kepala SPPG Dapur Gas Alam Badak 1, Alih Tugas Abdi, angkat bicara terkait polemik yang berkembang.
“Menindaklanjuti viralnya video pendistribusian menu selingan berupa buah kelapa muda, dapat kami sampaikan bahwa video tersebut tidak menampilkan keseluruhan menu yang kami distribusikan sehingga informasi menjadi kurang lengkap dan menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya dikutip dari video klarifikasi yang beredar di sosial media, Minggu (15/2/2026).
Ia menjelaskan, video yang beredar awalnya diunggah pihak sekolah hanya untuk memperlihatkan antusiasme siswa saat menerima paket MBG.
Namun dalam praktiknya, potongan video itu justru ditafsirkan berbeda oleh publik.
“Video tersebut bertujuan menunjukkan antusias siswa, akan tetapi disalahartikan seolah-olah buah yang diterima hanyalah kelapa muda,” jelas Abdi.
Menurutnya, kelapa muda memang bukan buah yang umum disajikan dalam program MBG.
Kondisi itulah yang kemudian memicu beragam spekulasi di masyarakat.
“Perlu kami sampaikan, buah yang diberikan merupakan buah yang tidak umum disajikan dalam menu MBG, sehingga menimbulkan berbagai penafsiran,” katanya.
Abdi menegaskan paket makanan yang dibagikan kepada siswa sebenarnya terdiri dari dua jenis menu.
Pertama adalah menu selingan yang berisi kelapa muda, roti abon, telur, dan susu.
“Kami memastikan menu selingan tetap memperhatikan kebutuhan gizi siswa,” tegasnya.
Selain itu, siswa juga menerima menu utama berupa makanan basah.
Menu tersebut terdiri dari nasi putih, telur kecap, tahu goreng tepung, tumis wortel jagung, serta semangka.
“Jadi yang diterima siswa bukan hanya makanan ringan, tetapi juga menu utama lengkap,” tambah Abdi.
Ia mengakui viralnya video tersebut menjadi evaluasi penting bagi pihak dapur.
Perencanaan menu hingga pola komunikasi ke publik disebut akan diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang.
“Atas insiden viralnya menu yang kami berikan, saya beserta staf memohon maaf sebesar-besarnya dan akan memperbaiki sistem perencanaan menu pada dapur kami,” ucapnya.
Abdi juga menegaskan komitmennya untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan program MBG ke depan.
“Kedepannya kami akan lebih berhati-hati agar program ini tetap berjalan baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tutupnya.
(*)



