ADVERTORIALBontangPemerintah

SMPN 2 Bontang Angkat Tema Pesisir di Bontang City Carnival dan Pawai Budaya 2025

NIUS.id – Menjelang pelaksanaan Bontang City Carnival (BCC) dan Pawai Budaya 2025 pada 25 Oktober mendatang, sebanyak 25 siswa SMPN 2 Bontang tengah mempersiapkan penampilan terbaik mereka. Tahun ini, sekolah tersebut akan menampilkan tarian bertema pesisir, yang menggambarkan karakter Kota Bontang sebagai kota maritim yang kaya akan keindahan laut dan hutan mangrove.

Guru Seni Budaya SMPN 2 Bontang, Yansen, yang juga menjadi penanggung jawab penampilan, menjelaskan bahwa tarian ini merupakan hasil kolaborasi antara gerakan tradisional dan kreasi modern.

“Sekitar 20 persen gerakan tarian masih mengadaptasi pola lama, sementara sisanya merupakan inovasi dari siswa sendiri. Kami ingin menghadirkan tarian yang tetap berakar pada budaya lokal, tapi juga relevan dengan semangat zaman,” jelasnya, Selasa (21/10/2025).

Menurut Yansen, penampilan tersebut akan dikemas dengan latar visual yang menampilkan hutan mangrove dan panorama laut. Elemen itu dipilih untuk menegaskan kekayaan alam Bontang sekaligus mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan.

“Tarian ini tidak sekadar hiburan, tapi juga pesan moral tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir,” tambahnya.

Meski jumlah peserta tahun ini berkurang dibandingkan tahun sebelumnya, Yansen menegaskan bahwa kualitas menjadi fokus utama. “Tahun lalu kami masih beradaptasi dengan banyak siswa baru. Sekarang meskipun hanya 25 peserta, mereka lebih siap dan kompak,” ungkapnya dengan optimis.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Bontang, Siti Chusuning Khayah, memberikan dukungan penuh terhadap keterlibatan siswa dalam ajang budaya ini. Ia menilai keikutsertaan di BCC dan Pawai Budaya menjadi kesempatan berharga bagi pelajar untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan meningkatkan kreativitas seni.

Melalui ajang tersebut, SMPN 2 Bontang berharap dapat memperkuat citra Bontang sebagai kota yang tak hanya unggul dalam industri, tetapi juga kaya akan nilai-nilai budaya dan tradisi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pelajar Bontang punya semangat berkarya dan berbudaya,” tutup Yansen. (*)

Exit mobile version