NIUS.id – Kondisi infrastruktur sekolah filial di sejumlah wilayah terpencil kembali menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kalimantan Timur. Persoalan tersebut mencuat setelah sejumlah guru dari Kabupaten Kutai Kartanegara menyampaikan langsung keluhan mereka saat mendatangi DPRD Kaltim.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, mengungkapkan bahwa para guru menyampaikan kondisi fasilitas sekolah yang dinilai jauh dari standar pelayanan pendidikan. Padahal, sekolah-sekolah filial tersebut telah beroperasi dalam waktu yang cukup lama.
“Mereka menyampaikan ada sekolah filial yang sudah berjalan belasan bahkan puluhan tahun, namun fasilitasnya tidak pernah mendapat pembenahan yang layak,” ujar Fuad, Minggu (14/12/2025).
Fuad menjelaskan, keterbatasan sarana dan prasarana tidak menyurutkan semangat para guru untuk tetap mengajar. Dengan segala keterbatasan bangunan dan alat belajar, para pendidik tetap berupaya memastikan anak-anak di wilayah terpencil mendapatkan hak pendidikan dasar.
Menurutnya, kondisi geografis yang sulit dijangkau justru seharusnya menjadi alasan kuat bagi pemerintah daerah untuk memberikan perhatian lebih terhadap sekolah filial. Keberadaan sekolah tersebut sangat vital karena menjadi satu-satunya akses pendidikan formal bagi masyarakat di daerah terluar dan terpencil.
“Sekolah filial ini menjadi penopang utama layanan pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat kota. Sudah semestinya pembangunan dan perbaikan fasilitasnya diprioritaskan,” tegasnya.
Fuad juga menyinggung meningkatnya perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan melalui berbagai program nasional, seperti makan bergizi gratis, sekolah rakyat, sekolah Garuda, hingga digitalisasi pembelajaran. Namun, menurutnya, kebijakan tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan infrastruktur pendidikan yang memadai di daerah.
Ia menilai, pembangunan fisik sekolah, ketersediaan ruang kelas yang layak, serta sarana penunjang pembelajaran harus berjalan seiring dengan program nasional agar pemerataan kualitas pendidikan benar-benar terwujud.
“Program pusat sudah sangat baik. Tinggal bagaimana pemerintah daerah memperkuatnya dengan pembangunan infrastruktur pendidikan, khususnya di sekolah filial,” pungkas Fuad. (*)


