NIUS.id – Transformasi layanan publik di Kota Bontang semakin dipercepat. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menghadirkan inovasi baru bernama Prisma, sistem digital yang menyatukan antrian online, informasi layanan, hingga statistik pengunjung Mal Pelayanan Publik (MPP) dalam satu platform terpadu.
Inovasi ini lahir dari kebutuhan memperbaiki proses pencatatan yang sebelumnya dilakukan secara manual dan kerap menimbulkan ketidaksinkronan data.
“MPP butuh sistem yang bisa mencatat pengunjung secara otomatis dan akurat,” kata Fauzi Achmad, staf Sekretariat Umum dan Kepegawaian DPMPTSP selaku pengembang Prisma.
Prisma, atau Pelaporan dan Statistik Mal Pelayanan Publik, dirancang untuk memudahkan petugas memantau arus pengunjung dari setiap gerai secara real-time.
DPMPTSP menyebut sistem ini sebagai langkah penting untuk memperkuat akurasi laporan harian dan mendukung evaluasi layanan yang lebih sistematis.
“Sebelum ada Prisma, petugas harus mendata secara manual. Itu rawan salah hitung,” ujarnya.
Melalui sistem ini, masyarakat dapat memilih gerai tujuan tanpa perlu antre panjang di lokasi. Setiap gerai memiliki halaman antrian digital yang terhubung langsung dengan petugas, sehingga beban pelayanan dapat didistribusikan lebih merata.
DPMPTSP menekankan bahwa pengaturan arus pemohon menjadi jauh lebih efisien berkat integrasi ini.
Selain itu, fitur informasi layanan memungkinkan pemohon mengetahui persyaratan dokumen sebelum datang ke MPP.
“Warga sering bolak-balik karena syarat kurang lengkap. Prisma mengurangi itu,” jelas Fauzi.
Fitur statistik menjadi pilar utama dalam perbaikan layanan. DPMPTSP kini dapat melihat jumlah pengunjung harian hingga bulanan secara langsung, lengkap per gerai.
Data tersebut digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, termasuk pengaturan jadwal pelayanan, jumlah petugas, dan kebutuhan perangkat.
DPMPTSP memastikan seluruh gerai pelayanan telah menerima sosialisasi penggunaan Prisma. Tahapan saat ini berfokus pada kesiapan jaringan dan perangkat antrian yang tengah dikoordinasikan dengan Diskominfo Bontang.
“Semua gerai sudah siap memakai sistem ini saat perangkatnya terpasang,” kata Fauzi.
Aplikasi ini sekaligus menjadi bukti meningkatnya kreativitas dan kompetensi talenta muda di lingkungan DPMPTSP. Prisma dinilai membuka ruang baru bagi percepatan transformasi digital pelayanan publik Bontang.
“Kami berharap Prisma bisa mempercepat layanan, membuatnya lebih transparan, dan memudahkan masyarakat dalam mengakses seluruh layanan MPP,” tutup Fauzi.



