ADVERTORIALBontangPemerintah

Disdikbud Bontang Luncurkan Klinik IKON, Inovasi Pendampingan Pendidik PAUD dan PNF

NIUS.id – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan non formal (PNF) di Kota Bontang kembali mendapat terobosan baru dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang. Melalui inovasi bernama Klinik IKON (Implementasi Kurikulum Nasional), Disdikbud menghadirkan wadah pembinaan dan pendampingan bagi pendidik agar lebih siap menghadapi dinamika perubahan kurikulum nasional dan tantangan pembelajaran masa kini.

Program ini memiliki konsep unik layaknya klinik konsultasi pendidikan. Para pendidik dapat datang untuk “berobat” atas berbagai persoalan pembelajaran, penyusunan kurikulum, hingga administrasi pendidikan. Di sini, para “dokter pendidikan” dari tim ahli Disdikbud siap memberikan solusi konkret dan pendampingan berkelanjutan.

Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik PAUD dan PNF, Syarifah Muslimah, menjelaskan bahwa Klinik IKON dibentuk sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap guru agar tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi perubahan kurikulum.

“Klinik IKON kami bentuk agar guru bisa berkonsultasi, berdiskusi, dan mendapat pendampingan langsung terkait implementasi Kurikulum Nasional. Jadi bukan hanya teori, tetapi juga praktik dan solusi nyata,” ungkapnya, Senin 20 Oktober 2025.

Selain menjadi tempat konsultasi, Klinik IKON juga berfungsi sebagai ruang kolaborasi dan peningkatan kompetensi guru. Melalui wadah ini, para pendidik dapat saling berbagi pengalaman, berdiskusi, serta memperdalam pemahaman tentang pembelajaran yang kontekstual dan adaptif.

Sistem pelayanan Klinik IKON dibuat fleksibel dan mudah diakses. Pendidik dapat mendaftar langsung atau melalui grup WhatsApp, sesuai dengan kebutuhan dan urgensi permasalahan yang dihadapi. Fokus utama klinik ini mencakup penerapan Kurikulum Nasional, penanganan anak berkebutuhan khusus (ABK), pengelolaan data pokok pendidikan (Dapodik), serta survei lingkungan belajar.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, berharap program ini tidak hanya memperbaiki pemahaman kurikulum, tetapi juga membentuk karakter pendidik yang adaptif dan profesional.

“Kami ingin Klinik IKON menjadi rumah belajar bagi guru—tempat mereka datang bukan karena masalah, tapi karena ingin berkembang,” ujarnya.

Dengan hadirnya Klinik IKON, Disdikbud Bontang menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan proses kolaboratif yang menyentuh langsung kebutuhan guru dan peserta didik di lapangan. (*)

Exit mobile version