ADVERTORIALBontangPemerintah

Disdikbud Bontang Bentuk Tim Deteksi Dini untuk Antisipasi Masalah Pendidikan

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha.

NIUS.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang terus berinovasi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan inklusif. Salah satu langkah terbarunya adalah rencana pembentukan “Tim Deteksi Dini”, yang bertujuan untuk mengantisipasi berbagai permasalahan di lingkungan pendidikan, termasuk kasus siswa putus sekolah.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan tim ini akan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani berbagai persoalan di sekolah sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

“Tim deteksi dini ini nantinya berfungsi untuk memantau, mengawasi, dan mencegah munculnya permasalahan sejak dini. Prinsipnya adalah cepat tanggap dan tepat intervensi,” ujar Abdu Safa, Minggu (19/10/2025).

Ia menjelaskan, selain fokus pada pencegahan anak putus sekolah, tim ini juga akan menjalankan sejumlah fungsi strategis lainnya, seperti pemantauan operasional sekolah, deteksi dini pertumbuhan anak, serta identifikasi faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) bagi guru dan tenaga kependidikan.

Abdu Safa menegaskan bahwa pembentukan tim ini merupakan bagian dari komitmen Disdikbud untuk membangun lingkungan belajar yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

“Dengan adanya tim ini, kami bisa segera mengetahui gejala-gejala awal di lapangan — baik masalah kesehatan, sosial, maupun akademik — sehingga penanganannya bisa lebih cepat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tim Deteksi Dini akan melibatkan lintas bidang di lingkungan Disdikbud, termasuk pengawas sekolah, tenaga kesehatan, serta perwakilan satuan pendidikan. Ke depan, pihaknya juga akan menggandeng berbagai stakeholder, seperti Dinas Kesehatan, lembaga sosial, dan organisasi masyarakat untuk memperkuat sistem pelaporan serta tindak lanjut setiap temuan.

Abdu Safa berharap inisiatif ini dapat menjadi upaya preventif yang efektif dalam menjaga kualitas pendidikan di Kota Bontang.

“Harapannya, tidak ada lagi anak Bontang yang kehilangan kesempatan untuk sekolah, dan seluruh lingkungan pendidikan kita semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan,” pungkasnya. (*)

Exit mobile version