NIUS.id – Perhelatan Bontang City Carnival (BCC) dan Pawai Budaya tinggal menghitung jam menuju pelaksanaan. Event tahunan yang selalu dinantikan masyarakat ini akan kembali menyajikan kemeriahan dan kreativitas peserta dari berbagai sekolah, lembaga, serta komunitas budaya di Kota Bontang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan bahwa seluruh persiapan menjelang pelaksanaan sudah hampir rampung. Pihak panitia telah memastikan kesiapan rute pawai, pengaturan teknis peserta, hingga kriteria penilaian bagi dewan juri.
“Untuk Kategori Carnival, penilaian akan difokuskan pada kreativitas, keunikan, keserasian, serta kesesuaian tema dengan kostum dan penampilan peserta,” ungkap Abdu Safa, Jumat (24/10/2025).
Sedangkan untuk Kategori Pawai Budaya, aspek yang akan dinilai mencakup kekompakan, kerapian, atraksi, dan originalitas budaya daerah yang ditampilkan oleh masing-masing peserta. Ia berharap, seluruh peserta mampu menghadirkan identitas budaya khas daerah dengan cara yang menarik, namun tetap menjunjung nilai-nilai budaya lokal.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana menumbuhkan semangat cinta terhadap budaya daerah,” tambahnya.
Panitia menyiapkan dua kategori utama dalam penilaian. Untuk Kategori Carnival, akan ditentukan enam pemenang — mulai dari Juara 1, 2, dan 3, hingga Juara Harapan 1, 2, dan 3. Sementara itu, Kategori Pawai Budaya akan memilih 10 peserta favorit yang dinilai paling menonjol dan atraktif.
Semua pemenang akan memperoleh trophy, piagam penghargaan, serta uang pembinaan. Abdu Safa juga menegaskan bahwa keputusan dewan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Selain itu, panitia mengingatkan bahwa setiap peserta wajib didampingi pembawa nomor peserta saat tampil di depan dewan juri. “Jika tidak ada pembawa nomor peserta, maka penampilan tersebut tidak akan dinilai,” tegasnya.
Dengan segala kesiapan yang matang, BCC dan Pawai Budaya 2025 diharapkan menjadi panggung apresiasi bagi kreativitas masyarakat Bontang sekaligus memperkuat semangat pelestarian budaya lokal. (*)



