NEWSPemerintah

2 PLTU Rusak Bersamaan, Kaltim-Kaltara Pemadaman Bergilir 3 Jam Sehari Selama Sebulan

×

2 PLTU Rusak Bersamaan, Kaltim-Kaltara Pemadaman Bergilir 3 Jam Sehari Selama Sebulan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

NIUS.id – Warga Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara harus menghadapi pemadaman listrik bergilir selama tiga jam sehari, yang diperkirakan berlangsung hingga satu bulan ke depan.

Penyebabnya, dua pembangkit utama, PLTU Handil dan PLTU Tanjung Batu, rusak secara bersamaan, membuat pasokan daya pada sistem interkoneksi Kalimantan anjlok hingga 250 Megawatt (MW).

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, membenarkan kondisi ini dan menyebut pemerintah provinsi sudah memanggil petinggi PLN untuk mencari solusi secepatnya.

“Permasalahannya ada di dua pembangkit yang rusak berbarengan. Akibatnya, pasokan berkurang 250 MW dan PLN terpaksa mengatur pemadaman bergilir tiga jam di setiap wilayah,” ungkapnya, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, perbaikan dua pembangkit ini membutuhkan waktu setidaknya satu bulan penuh sebelum bisa kembali berfungsi normal.

Kondisi ini sempat memunculkan kecurigaan di masyarakat: apakah krisis listrik ini ada kaitannya dengan kelangkaan batu bara, mengingat Kaltim dikenal sebagai daerah penghasil energi. Seno membantah hal itu.

“Ketersediaan batu bara sangat aman. Kuota DMO (Domestic Market Obligation) kita terjaga, tidak ada kaitan dengan izin tambang. Ini murni kendala teknis pembangkit,” tegasnya.

Karena sistem kelistrikan Kalimantan saling terhubung, kerusakan di dua PLTU ini berdampak luas. Manajer PLN UP3 Samarinda, Adrian Situmpol, menyebut dampak pemadaman merata di berbagai wilayah.

“Karena sistemnya interkoneksi, imbasnya merembet mulai dari Berau, Tanjung Selor, Bontang, sampai Samarinda dan Balikpapan,” paparnya.

Untuk meringankan dampak pemadaman, PLN mengaktifkan kembali pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas kecil yang sebelumnya tidak dioperasikan.

“Semua sumber daya kami kerahkan. Unit sekecil apa pun kapasitasnya, kami nyalakan demi menopang kebutuhan warga,” tambah Adrian.

Meski dikejar target waktu, PLN tetap memprioritaskan keselamatan teknisi yang bekerja dengan alat bertegangan tinggi, sehingga proses perbaikan tidak bisa dipaksakan lebih cepat dari prosedur yang seharusnya.

Pemadaman bergilir ini diperkirakan berlangsung selama 30 hari ke depan, sampai kedua PLTU yang rusak bisa kembali beroperasi normal. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *