ADVERTORIALBontangKALTIMPemerintah

Pemkot Bontang Kejar Target Penurunan Stunting Jadi 12,5 Persen, 922 Kader Posyandu Dikerahkan

×

Pemkot Bontang Kejar Target Penurunan Stunting Jadi 12,5 Persen, 922 Kader Posyandu Dikerahkan

Sebarkan artikel ini
Rapat kordinasi dengan seluruh kader di Bontang. Lia Abdullah/Nius

NIUS.id – Pemerintah Kota Bontang menargetkan angka stunting turun menjadi 12,5 persen pada tahun ini. Untuk mencapai target tersebut, sebanyak 922 kader Posyandu akan diterjunkan melakukan pendampingan dan pemantauan langsung kepada keluarga yang memiliki anak berisiko stunting.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, penanganan stunting tidak hanya berfokus pada persoalan kekurangan gizi, tetapi juga menyangkut masa depan anak-anak yang harus diselamatkan sejak dini.

“Target kami tidak main-main. Kami tetap menargetkan angka stunting turun menjadi 12,5 persen. Ini bukan hanya soal kurang makan, tetapi bagaimana kita menyelamatkan masa depan anak-anak,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, setelah pelaksanaan timbang serentak pada 9-15 Juni 2026, Dinas Kesehatan bersama puskesmas akan mengidentifikasi anak-anak yang mengalami gangguan pertumbuhan, berat badan tidak naik dalam beberapa bulan, hingga persoalan sanitasi dan pola asuh keluarga.

Data tersebut kemudian akan menjadi dasar penyusunan langkah intervensi lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, PUPR, PKK, hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Dalam waktu 14 hari setelah penimbangan, pemerintah akan merumuskan pola kerja bagi 922 kader Posyandu untuk melakukan kunjungan rumah secara rutin. Kader akan memantau pola makan, asupan gizi, kondisi lingkungan, serta faktor lain yang memengaruhi tumbuh kembang anak.

Agus Haris menegaskan, setiap kader nantinya diberikan tanggung jawab terhadap sejumlah anak yang harus dipantau secara intensif. Skema tersebut diharapkan membuat pendampingan lebih efektif dan terukur.

“Supaya lebih maksimal, setiap kader akan memegang tanggung jawab langsung. Mereka yang paling memahami wilayahnya sehingga pendampingan bisa lebih optimal,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Bontang juga berencana memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pencegahan stunting melalui berbagai pendekatan, termasuk turun langsung ke lingkungan warga yang masih kurang memahami persoalan tersebut.

“Kalau masih ada masyarakat yang belum paham, kami akan turun langsung. Ini tidak bisa didiamkan karena menyangkut masa depan generasi kita,” tegasnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *