NIUS.id – Temuan belatung pada makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Baitulsallam, Pekalongan, memantik sorotan tajam dari DPR RI.
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menilai kejadian tersebut bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan bentuk lemahnya pengawasan petugas Badan Gizi Nasional (BGN) di lapangan.
Ia mempertanyakan bagaimana makanan tidak layak konsumsi bisa lolos hingga diterima siswa.
“Seharusnya ada kontrol sebelum makanan dibagikan. Ini bukan sekadar kesalahan teknis di lapangan, tapi menunjukkan lemahnya pengawasan dari tim yang ditempatkan di SPPG,” ujarnya di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Irma menilai persoalan tersebut tidak bisa hanya ditutup dengan permintaan maaf. Menurutnya, ada masalah serius pada kualitas sumber daya manusia di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya kepala SPPG dan tenaga ahli gizi.
Selain itu, ia juga menyoroti koordinasi antara BGN dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan yang dinilai belum berjalan maksimal dalam pengawasan keamanan pangan program MBG.
Ia bahkan mengaku prihatin terhadap proses penerbitan sertifikat laik higienis yang disebut bisa keluar tanpa pengecekan langsung ke lapangan.
“Mirisnya, sertifikat laik higienis bisa keluar tanpa petugas turun langsung ke lokasi. Ini harus dievaluasi total,” tegasnya.
Irma mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan hingga standar operasional program MBG agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Jangan sampai program bagus justru rusak karena lemahnya pengawasan,” pungkasnya. (*)



