NIUS.id – Seorang nelayan di Kota Bontang akhirnya kembali ke darat setelah hilang dan hanyut di laut selama 10 hari. Ia tiba seorang diri menggunakan kapalnya pada Rabu (12/3/2026) sekitar pukul 12.00 Wita, dalam kondisi lemah.
Setibanya di rumah, korban sebenarnya enggan dibawa ke rumah sakit. Namun pihak keluarga memaksa karena melihat kondisinya yang sudah sangat kelelahan dan dehidrasi.
“Dia pulang sendiri jam 12.00 pakai kapalnya. Awalnya mau di rumah saja, tapi saya paksa dibawa ke rumah sakit supaya ada tindakan,” kata istrinya, Nasriani.
Selama terombang-ambing di laut, korban kehabisan air minum. Meski persediaan makanan masih ada, ia terpaksa meminum air laut untuk bertahan hidup.
“Katanya sempat minum air asin karena kehabisan air. Makanan masih ada, tapi airnya habis. Itu yang bikin dia lemas,” lanjutnya.
Tak hanya soal kehausan, korban juga harus berjuang dengan kondisi kapal yang sempat mengalami kerusakan di tengah cuaca buruk. Bagian kemudi dilaporkan patah, meski mesin masih bisa digunakan.
“Mesinnya masih hidup, tapi tongkat kemudinya patah. Dia akali diikat pakai karet supaya tetap bisa jalan,” ujarnya.
Dalam kondisi terbatas, korban bahkan sempat terbawa arus hingga ke perairan Balikpapan. Ia sempat mengikuti kapal lain ke arah Samarinda, namun kemudian memilih melepaskan diri karena mengira sudah dekat dengan Bontang.
“Dia pikir sudah dekat, jadi dilepas supaya cepat pulang. Ternyata malah hanyut lagi,” katanya.
Keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut setelah korban tak kunjung kembali. Laporan itu diteruskan ke tim SAR untuk melakukan pencarian di sejumlah titik.
“Hampir 10 hari tidak ada kabar. Kami lapor ke BPBD, lalu diteruskan ke SAR Balikpapan,” ungkapnya.
Kini korban masih menjalani perawatan. Kondisinya belum sepenuhnya pulih akibat dehidrasi dan kelelahan setelah berhari-hari bertahan di laut.
“Sekarang masih istirahat, kondisinya lemah dan masih oleng seperti habis kena ombak,” tutupnya. (*/Zk)



