NIUS.id – Ketua DPD I Partai Golkar Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, meminta jajaran DPD II Partai Golkar Balikpapan segera melakukan konsolidasi internal usai pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI, Kamis (26/2/2026).
Permintaan itu disampaikan saat menghadiri Musda yang kembali menetapkan Rahmad Mas’ud sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Balikpapan. Forum tersebut dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan struktur dan arah politik partai di daerah.
“Pertama, saya ucapkan selamat kepada DPD Golkar Balikpapan yang baru saja melaksanakan Musda ke-11. Ini momentum yang luar biasa,” kata Rudy.
Ia menilai, terpilihnya Rahmad Mas’ud untuk periode ketiga merupakan hal yang jarang terjadi dalam dinamika politik. Menurutnya, hal itu menjadi bukti adanya kepercayaan terhadap kinerja dan kontribusi yang telah ditunjukkan.
“Jarang sekali bisa mendapatkan kesempatan sampai tiga periode. Biasanya dua periode. Tapi karena memiliki karier dan karya, itu menjadi pertimbangan,” tuturnya.
Rudy menegaskan, Partai Golkar merupakan partai yang berorientasi pada karya sehingga kader yang produktif akan terus mendapatkan apresiasi dan ruang dalam struktur partai.
“Partai ini adalah partai karya. Golkar sangat menghargai dan memberikan apresiasi kepada kader-kader yang memiliki karya,” tegasnya.
Ia menekankan, langkah awal pasca-Musda adalah menyusun kepengurusan baru yang mampu menjawab kebutuhan dan tantangan politik di Balikpapan.
“Setelah Musda, segera lakukan konsolidasi dan susun kepengurusan baru yang sesuai dengan kebutuhan Kota Balikpapan,” pintanya.
Lebih lanjut, Rudy mengingatkan bahwa tugas utama ketua DPD di setiap tingkatan adalah memenangkan seluruh kontestasi politik, baik legislatif, eksekutif, maupun pemilihan presiden.
“Tugas ketua DPD jelas, di setiap momentum politik eksekutif, legislatif, maupun pemilihan presiden wajib memenangkan di wilayahnya masing-masing. Itu hukumnya wajib,” ujarnya.
Sementara itu, Rahmad Mas’ud menegaskan pihaknya menargetkan raihan suara sebesar 50 persen pada pemilu mendatang. Target tersebut dinilai realistis jika seluruh kader mampu bekerja maksimal di tengah masyarakat.
“Target kita sudah jelas, 50 persen,” kata Rahmad.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif kader agar keberadaan partai benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kader harus terlibat dan terlihat. Bukan terlibat tapi tidak terlihat,” ujarnya.
Rahmad juga memastikan akan melakukan evaluasi terhadap kinerja kader. Ia menyebut hanya kader yang produktif yang akan dipertahankan dalam struktur partai ke depan.
“Kader yang produktif akan kita pertahankan. Yang tidak produktif tentu akan kita evaluasi,” katanya.
(*/H)



