NIUS.id – Aktivitas perdagangan di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), Kota Bontang, terganggu akibat pasokan air yang tidak mengalir selama sepekan terakhir. Kondisi ini memicu keluhan pedagang karena lingkungan pasar menjadi kotor dan menimbulkan bau tidak sedap.
Ketua Asosiasi Pasar Tamrin, Zulkifli, mengatakan air merupakan kebutuhan vital, terutama bagi pedagang di los ikan, ayam, daging, hingga santan kelapa.
“Air ini sangat penting untuk membersihkan dagangan. Kalau tidak ada air, bau tidak sedap tidak bisa dihindari,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Pantauan di lapangan, sejumlah lorong pasar terlihat kotor, sementara toilet pasar dalam kondisi memprihatinkan karena tidak terawat akibat minimnya pasokan air.
Zulkifli menjelaskan, persoalan bukan berasal dari distribusi air PDAM, melainkan kerusakan pada sistem internal pasar. Pompa air dilaporkan tidak berfungsi, ditambah kondisi pipa di penampungan yang sudah keropos.
“Air sebenarnya ada di penampungan basement, tapi tidak bisa naik ke atas karena pompanya rusak,” jelasnya.
Akibat kondisi tersebut, pedagang terpaksa mengambil air secara manual dari penampungan di lantai bawah. Bahkan, sebagian pedagang memilih membeli air galon dengan biaya mencapai Rp500 ribu per hari demi menjaga kebersihan dagangan.
“Waktu kami habis hanya untuk bolak-balik ambil air. Ini sangat merugikan,” keluhnya.
Para pedagang juga mengaku tetap membayar iuran bulanan, namun fasilitas dasar seperti air tidak dapat dinikmati.
Pihak asosiasi pasar telah berkoordinasi dengan UPTD Pasar. Namun, perbaikan belum bisa dilakukan karena kewenangan berada di Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak DKUMPP belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan pedagang tersebut. (*/Zk)



