NIUS.id – Perubahan besar sedang terjadi di industri retail. Pekerkembangan teknologi digital dan semakin terhubungnya konsumen membuat cara lama dalam menjalankan bisnis ini mulai ditinggalkan.
Founder dan CEO Jhonny Thio Doran menilai, perusahaan retail saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan ekspansi toko sebagai mesin pertumbuhan.
Menurutnya, pelaku usaha harus mulai mengubah pendekatan. Bukan sekadar memperbanyak gerai, tapi membangun sistem bisnis yang saling terhubung—mulai dari produk, distribusi, teknologi, hingga keterlibatan konsumen.
“Retail tidak lagi hanya tentang membuka toko baru. Retail masa depan adalah tentang membangun ekosistem yang menghubungkan produk, distribusi, teknologi, dan komunitas dalam satu pengalaman yang terintegrasi,” ujarnya.
Pendekatan ini diterapkan oleh Doran Group melalui brand teknologi mereka, JETE. Perusahaan yang berbasis di Surabaya tersebut kini mengoperasikan lebih dari 150 gerai di berbagai kota, sekaligus memperkuat distribusi nasional dan kanal penjualan digital.
Meski begitu, Jhonny menegaskan toko fisik belum kehilangan relevansinya. Hanya saja, fungsinya kini berubah.
Dalam lanskap retail yang baru, toko tidak lagi hanya menjadi tempat membeli barang. Ia berkembang menjadi ruang interaksi antara konsumen dan brand.
Konsumen datang bukan sekadar bertransaksi, tetapi juga ingin mencoba produk, merasakan teknologi, hingga berinteraksi dengan komunitas yang punya minat serupa.
Karena itu, banyak toko kini didesain sebagai experience center—tempat di mana konsumen bisa benar-benar “merasakan” produk sebelum membeli.
Jhonny melihat, masa depan retail sangat bergantung pada kemampuan perusahaan membangun ekosistem yang kuat. Integrasi antara toko offline, platform digital, distribusi, hingga aktivitas komunitas menjadi fondasi penting untuk bertahan dan berkembang.
Strategi ini juga menjadi langkah jangka panjang bagi Doran Group, termasuk membuka peluang untuk melangkah ke pasar modal lewat Initial Public Offering (IPO).
Di sisi internal, perusahaan juga terus berbenah, mulai dari penguatan sistem digital, peningkatan tata kelola, hingga memperkuat posisi brand JETE di pasar teknologi konsumen.
Di tengah persaingan global yang makin ketat, ia justru melihat peluang besar bagi brand lokal Indonesia. Pasar domestik yang besar dinilai menjadi modal kuat untuk tumbuh, bahkan menembus pasar internasional.
Pada akhirnya, retail bukan lagi soal siapa yang punya toko paling banyak. Tapi siapa yang mampu membangun hubungan paling kuat dengan konsumennya—melalui ekosistem yang relevan dan pengalaman yang berkesan. (*/Zk)



