BontangKALTIMNEWS

KKSS Bontang Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Berebas Tengah

×

KKSS Bontang Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Berebas Tengah

Sebarkan artikel ini
Pengurus KKSS Bontang salurkan bantuan untuk korban kebakaran berebas tengah. Foto: Aji/NIUS.id

NIUS.id – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bontang menyalurkan bantuan dana kepada warga terdampak kebakaran di wilayah Berebas Tengah.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh jajaran pengurus sebagai bentuk kepedulian terhadap korban yang mengalami musibah.

Penyaluran bantuan ini menjadi wujud solidaritas internal paguyuban dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam kondisi darurat pascabencana.

Ketua KKSS Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan berasal dari hasil penggalangan dana internal pengurus tanpa melibatkan pengumpulan di ruang publik.

“Dana yang kami salurkan ini murni dari swadaya pengurus KKSS. Ini bentuk kepedulian kami untuk membantu saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2026).

Ia menyebutkan, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp13,5 juta dan disalurkan kepada sekitar enam penerima manfaat, baik korban langsung maupun warga sekitar yang turut terdampak.

“Bantuan ini kami berikan kepada warga yang rumahnya terbakar serta warga sekitar yang ikut terdampak, dengan harapan dapat meringankan beban mereka,” tambahnya.

Selain penyaluran bantuan, KKSS juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, terutama saat memasuki musim kemarau.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada karena cuaca panas meningkatkan risiko kebakaran, baik di permukiman maupun lahan terbuka,” tegasnya.

Ia menekankan perlunya edukasi dan sosialisasi yang masif melalui koordinasi dengan pihak kelurahan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna meminimalisir potensi bencana.

“Mitigasi harus diperkuat melalui edukasi kepada masyarakat agar kejadian serupa bisa dicegah sejak dini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, juga disinggung keterbatasan anggaran mitigasi yang dihadapi pemerintah daerah, khususnya BPBD, yang saat ini berada di kisaran Rp30 juta.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah dan komunitas sosial terus diperkuat agar penanganan bencana bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” pungkasnya. (Aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *