NIUS.id – Belakangan ini, memiliki rumah sendiri bukan lagi jadi prioritas utama bagi banyak anak muda, khususnya generasi Z. Dibanding membeli rumah, mereka cenderung memilih tinggal di indekos, kontrakan, atau apartemen karena dinilai lebih praktis dan fleksibel.
Gaya hidup yang dinamis serta tuntutan mobilitas tinggi membuat opsi sewa terasa lebih masuk akal. Tidak perlu memikirkan cicilan jangka panjang, perawatan rumah, atau biaya tambahan lainnya.
Namun di sisi lain, memiliki hunian sendiri sebenarnya menawarkan rasa aman yang berbeda. Bukan hanya soal tempat tinggal, tapi juga perlindungan finansial dalam jangka panjang—terutama di tengah harga properti yang terus merangkak naik.
Bagi pasangan muda, rumah sendiri juga punya makna lebih. Di sanalah mereka bisa mulai membangun kehidupan bersama, menciptakan kebiasaan baru, tanpa campur tangan pihak lain.
Kalau mulai terpikir ke arah sana, skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa jadi salah satu jalan yang cukup realistis. Dengan sistem cicilan, membeli rumah tidak lagi terasa terlalu berat di awal.
Saat ini, pilihan KPR juga semakin beragam. Salah satunya yang banyak dimanfaatkan adalah KPR dari Bank Rakyat Indonesia. Program ini terbuka untuk berbagai kalangan, mulai dari karyawan, profesional, hingga keluarga muda yang baru merintis.
Proses pengajuannya pun kini lebih fleksibel. Selain datang langsung ke kantor cabang, calon debitur juga bisa mengajukan lewat aplikasi BRImo. Lewat aplikasi ini, pengguna bisa mengecek simulasi cicilan hingga menyesuaikan kemampuan bayar sejak awal.
Meski begitu, ada beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan sebelum mengambil KPR. Salah satunya soal tenor atau jangka waktu cicilan. Tenor yang lebih panjang memang bisa membuat cicilan terasa ringan, bahkan saat ini bisa mencapai hingga 25 tahun. Tapi di sisi lain, total bunga yang dibayar juga akan lebih besar.
Karena itu, penting untuk menyesuaikan cicilan dengan kondisi keuangan. Idealnya, cicilan rumah tidak lebih dari 30 persen dari pendapatan bulanan agar keuangan tetap sehat.
Pada akhirnya, memilih antara sewa atau membeli rumah memang kembali ke kebutuhan dan kesiapan masing-masing. Tapi kalau sudah ingin punya hunian sendiri, KPR bisa jadi pintu masuk yang cukup masuk akal—asal direncanakan dengan matang. (*/Zk)



