BontangKALTIMNEWS

Neni Temukan Anak Putus Sekolah Saat Tinjau RTLH

×

Neni Temukan Anak Putus Sekolah Saat Tinjau RTLH

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat melakukan Kunjungan peninjauan RTLH Wilayah Bontang Lestari. (Foto : Lia Abdullah/Nius)

NIUS.id – Di balik kunjungan pembangunan RTLH, Neni Moerniaeni mendapati potret miris: anak-anak yang seharusnya belajar justru putus sekolah dan tertinggal dalam kemampuan dasar membaca.

Temuan itu didapat saat peninjauan di kawasan Bontang Lestari. Neni mengaku prihatin karena masih ada anak yang tidak bersekolah, bahkan mengalami kesulitan membaca hingga tidak naik kelas selama dua tahun berturut-turut

“Ini pentingnya kita turun ke lapangan, melihat langsung permasalahan sosial. Tadi saya temukan ada anak yang putus sekolah. Bahkan ada yang tidak naik kelas karena tidak bisa membaca. Ini tidak boleh terjadi,” tegasnya saat ditemui di lokasi, Jumat (27/3/2026).

Ia menilai, persoalan tersebut tidak lepas dari kurangnya perhatian orang tua, termasuk dalam mengawasi penggunaan gadget pada anak.

“Kalau sayang sama anak, jangan terus dikasih HP. Anak jadi lebih banyak main gadget daripada belajar. Itu justru merugikan masa depan mereka,” ujarnya.

Menurut Neni, penanganan masalah pendidikan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Diperlukan keterlibatan lintas sektor, mulai dari relawan, komunitas pendidikan, hingga kelompok masyarakat.

“Tidak semua harus ditangani pemerintah. Kita punya relawan, pelopor kebaikan, dan komunitas yang fokus di bidang pendidikan. Ini bisa kita kolaborasikan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan para lurah untuk lebih aktif turun ke lapangan dan memahami kondisi warganya, terutama terkait persoalan sosial yang berdampak pada pendidikan anak.

“Lurah harus turun ke masyarakat, tahu persoalan warganya, dan menyampaikan ke atas. Kalau tidak, kita tidak akan tahu kondisi sebenarnya,” katanya.

Sebagai langkah awal, Neni langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang untuk berkordinasi dengan pihak sekolah, guna memastikan anak-anak tersebut tetap mendapatkan akses pendidikan.

“Tadi sudah saya telepon ke Pak Saparuddin supaya langsung berkordinasi dengan SD Negeri 007 Bontang Selatan,” ucapnya.

Selain itu, ia mendorong adanya bimbingan belajar yang lebih intensif bagi anak-anak yang mengalami kesulitan, agar mampu mengejar ketertinggalan dan kembali bersekolah secara optimal.

“Anak-anak ini harus tetap sekolah. Kita bantu dengan bimbingan belajar yang lebih intens. Pemerintah harus sabar, jangan sampai mereka berhenti sekolah,” pungkasnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *