NEWSTEKNOLOGI

Sampah Kiriman Terus Datang, Bontang Kuala Minta Solusi

×

Sampah Kiriman Terus Datang, Bontang Kuala Minta Solusi

Sebarkan artikel ini

NIUS.id – Masalah sampah laut di kawasan Bontang Kuala belum juga terselesaikan. Warga setempat mengaku sudah berupaya menjaga kebersihan lingkungan semaksimal mungkin. Namun, sampah kiriman dari berbagai wilayah terus datang dan mencemari perairan yang menjadi salah satu ikon Kota Bontang.

Pemuda Bontang Kuala, Agung Anugrah, menegaskan bahwa sampah yang terlihat di laut bukan berasal dari aktivitas warga. “Kesadaran warga dan pengunjung di sini sudah cukup baik. Kami selalu ingatkan agar tidak membuang sampah ke laut,” ujarnya.

Meski demikian, saat air laut surut, tumpukan sampah tetap tampak mengapung di permukaan. Sampah tersebut diduga terbawa arus dari wilayah hulu dan ilir sungai, bahkan kemungkinan berasal dari luar daerah.

“Setiap air surut, sampah selalu muncul. Itu jelas sampah kiriman, bukan dari Bontang Kuala,” kata Agung.

Kondisi ini membuat warga merasa dirugikan. Mereka harus membersihkan sampah yang bukan mereka hasilkan, sementara citra kawasan wisata ikut tercoreng. Tidak jarang, warga merasa disalahkan atas kondisi lingkungan yang sebenarnya berada di luar kendali mereka.

“Warga di sini sering dianggap tidak peduli kebersihan, padahal kami yang paling merasakan dampaknya,” ujarnya.

Padahal, Bontang Kuala memiliki banyak titik wisata dengan daya tarik khas. Permukiman di atas laut, jembatan kayu, dan aktivitas masyarakat pesisir menjadi daya tarik bagi pengunjung. Keindahan tersebut kerap terganggu oleh sampah yang mengapung di perairan.

Warga telah melakukan berbagai upaya secara swadaya. Kerja bakti rutin digelar, jaring penahan sampah dipasang di sejumlah titik, dan kesadaran lingkungan terus dijaga. Namun, langkah tersebut dinilai belum mampu mengimbangi volume sampah kiriman yang datang hampir setiap hari.

“Kami sudah maksimal. Tapi kalau sampah terus datang, tenaga warga jelas terbatas,” tegas Agung.

Warga pun berharap pemerintah mengambil langkah lebih serius. Penanganan sampah laut dinilai tidak cukup hanya mengandalkan imbauan atau kerja bakti masyarakat.

Salah satu solusi yang diusulkan adalah penambahan kapal khusus pengolahan sampah laut dengan teknologi yang lebih modern dan sistem kerja yang cepat. Kapal tersebut diharapkan mampu mengangkat sampah sebelum menumpuk di kawasan permukiman dan jalur wisata.

“Kami butuh solusi nyata, bukan sekadar janji. Penambahan kapal pengolahan sampah laut yang modern dan cepat sangat diperlukan agar Bontang Kuala tidak terus menjadi korban sampah kiriman,” ujar Agung Anugrah.

Laporan Wartawan NIUS.id, AJ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *