NIUS.id – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud, menegaskan bahwa tugas guru tidak terbatas pada penyampaian materi pelajaran, tetapi juga mencakup pemantauan perilaku dan karakter siswa selama berada di lingkungan sekolah. Pernyataan ini disampaikan menyusul kasus seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Samarinda yang mengalami patah kaki dan diduga menjadi korban perundungan (bullying).
Syahariah menilai peran pengawasan guru selama ini belum optimal. Ia menyoroti bahwa sebagian guru hanya berfokus pada aspek pengajaran tanpa memperhatikan dinamika dan interaksi siswa di dalam kelas.
“Guru bukan hanya bertugas mengajar, tetapi juga harus memberikan perhatian terhadap perkembangan karakter dan perilaku murid,” ujarnya, Senin, 8 Desember 2025.
Ia mengkritisi masih adanya kebiasaan sebagian guru yang tidak memberikan pendampingan penuh selama proses pembelajaran. Beberapa di antaranya hanya menuliskan materi atau tugas di papan tulis, kemudian tidak lagi memantau aktivitas siswa di kelas.
“Saat ini masih ditemukan guru yang sekadar hadir secara fisik. Setelah memberi tugas, mereka sibuk dengan urusan lain seperti mengobrol atau kegiatan di luar pemantauan siswa. Hal ini perlu menjadi perhatian serius,” tegas Syahariah.
Untuk mencegah terulangnya insiden serupa, Syahariah mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur untuk memperkuat program pembinaan bagi guru, termasuk melalui pelatihan dan bimbingan teknis yang berfokus pada penguatan peran pengawasan dan pendampingan siswa.
“Saya berharap Disdikbud dapat menyelenggarakan bimbingan teknis yang menegaskan kembali tugas dan fungsi guru secara holistik. Dengan demikian, kejadian yang menyebabkan cedera pada siswa dapat dihindari,” katanya.
Syahariah juga menekankan pentingnya sekolah memperketat pengawasan internal guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh siswa. (*)



