NIUS.id – Pemerintah Kota Bontang (Pemkot Bontang) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mulai menerapkan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan sederajat. Program ini bertujuan menanamkan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya dokumen kependudukan seperti akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) sejak usia dini.
Kepala SDN 001 Bontang Utara, Langgeng Suprantoro, menjelaskan bahwa program ini akan diintegrasikan langsung ke dalam pembelajaran tanpa menambah mata pelajaran baru. Melalui pendekatan tematik, siswa diajak untuk memahami nilai-nilai tanggung jawab sebagai warga negara serta pentingnya data kependudukan dalam kehidupan sehari-hari.
“Program siaga kependudukan ini bukan sekadar soal pencatatan identitas warga negara. Lebih dari itu, juga mencakup pemahaman tentang kesehatan, gizi, dan literasi. Anak-anak diajak untuk memahami pentingnya menjadi warga negara yang sadar administrasi sejak dini,” ujar Langgeng, Senin (13/10/2025).
Menurutnya, pendidikan kependudukan sejak dini menjadi langkah strategis untuk membentuk generasi yang peduli pada hak dan kewajiban sipil. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang pentingnya memiliki dokumen resmi, tetapi juga diajarkan nilai tanggung jawab, kedisiplinan, serta kesadaran sosial.
“Anak-anak juga dikenalkan pada isu-isu penting seperti stunting dan pola hidup sehat. Jadi, program ini tidak hanya berbicara soal administrasi kependudukan, tetapi juga membangun kesadaran tentang pentingnya kesehatan dan kesejahteraan,” imbuhnya.
Untuk mendukung pelaksanaan program, pihak sekolah telah menyiapkan buku bacaan dan literasi tematik khusus tentang Adminduk (Administrasi Kependudukan). Selain itu, dua guru ditunjuk sebagai koordinator pelaksana guna memastikan keberlanjutan kegiatan ini.
Langgeng menuturkan, meski program ini baru berjalan sekitar sepekan, namun respon siswa sangat positif. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap kegiatan yang dikemas secara menarik dan edukatif.
“Antusiasme siswa menjadi semangat bagi kami. Ke depan, sekolah berencana menjadikan program ini sebagai kegiatan rutin tahunan agar terus berkesinambungan,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui program Sekolah Siaga Kependudukan ini, para siswa tumbuh menjadi generasi yang sadar administrasi, peduli kesehatan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya. (*)



