NIUS.id – Di balik megahnya pembangunan infrastruktur di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, ada satu misi krusial yang terus dikawal ketat: menjaga langit tetap biru dan udara bebas dari kabut asap.
Meski ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengintai kawasan sekitarnya, kualitas udara di KIPP IKN dipastikan masih dalam kondisi prima. Guna mempertahankan capaian ini, langkah antisipasi dini langsung digeber di lapangan.
Senin (14/9/26), tim gabungan lintas sektor yang terdiri dari Kementerian Kehutanan, BNPB, TNI, Polri, hingga unsur pemerintah daerah turun langsung menyisir titik-titik rawan. Lokasi bekas kebakaran di Bukit Tengkorak serta kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto menjadi sasaran peninjauan untuk memastikan pola penanganan berjalan efektif.
Langkah cepat ini bukan tanpa alasan. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan, pengamanan kawasan IKN dari ancaman api merupakan atensi langsung dari Presiden.
“Perintah Presiden di Rapat Terbatas terakhir sangat jelas, jangan sampai api masuk ke zona inti IKN,” tegas Raja, Rabu (16/9/26).
Koordinasi intensif pun terus dibangun bersama Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, untuk memastikan celah potensi kebakaran tertutup rapat. Kepala BNPB Suharyanto menambahkan, pengerahan kekuatan penuh difokuskan ke wilayah strategis ini mengingat status IKN sebagai objek vital negara.
Sebagai langkah taktis di lapangan, Otorita IKN memperkuat strategi pencegahan melalui penambahan intensitas patroli darat dan peningkatan kapasitas alat pemadam kebakaran. Pendekatan ini dinilai krusial agar setiap kemunculan titik api dapat dideteksi sejak dini sebelum membesar dan meluas ke kawasan inti.
Bagi IKN, udara yang bersih bukan sekadar angka indeks lingkungan, melainkan fondasi utama untuk mendukung aktivitas pemerintahan yang sedang tumbuh. Pencegahan karhutla kini diposisikan memiliki urgensi yang setara dengan pembangunan fisik itu sendiri—demi memastikan denyut ibu kota baru tetap berjalan di atas udara yang sehat. (*/Zk)



