ADVERTORIALDPRDKALTIM

Yenni Eviliana Imbau Hentikan Balap Liar, Ajak Warga Paser Manfaatkan Sirkuit Tanah Paser

×

Yenni Eviliana Imbau Hentikan Balap Liar, Ajak Warga Paser Manfaatkan Sirkuit Tanah Paser

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Yenni Eviliana. (Foto: Ist)

NIUs.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Yenni Eviliana, mengimbau masyarakat Kabupaten Paser untuk menghentikan praktik balap liar yang membahayakan keselamatan pengguna jalan. Ia menegaskan, balap liar tidak hanya berisiko bagi pelaku, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat umum.

Menurut Yenni, Pemerintah Kabupaten Paser telah menyediakan Sirkuit Tanah Paser yang dapat dimanfaatkan sebagai arena balap resmi. Meski masih membutuhkan penyempurnaan pada beberapa fasilitas pendukung, sirkuit tersebut dinilai sudah layak digunakan untuk menyalurkan hobi dan bakat otomotif secara aman dan terarah.

“Paser sudah punya sirkuit yang bagus. Gunakan fasilitas yang ada dan hentikan balap liar di jalan raya,” ujarnya, Rabu (17/12/25).

Yenni menilai Sirkuit Tanah Paser sebagai salah satu sirkuit terbaik di Kalimantan Timur, baik dari segi lintasan maupun kesiapan dalam menggelar berbagai kejuaraan. Dengan dukungan pemerintah daerah, Pemprov Kaltim, DPRD, serta komunitas otomotif, ia optimistis Paser dapat berkembang menjadi salah satu pusat kegiatan otomotif di daerah.

Keberadaan sirkuit tersebut juga dinilai membuka peluang pembinaan bagi pembalap muda agar dapat berkembang melalui kompetisi resmi dan terorganisir. Hal ini, kata dia, akan membantu mencetak atlet balap yang berprestasi sekaligus menekan praktik balap liar di jalan umum.

Ia mencontohkan suksesnya penyelenggaraan Paser Cup Race Open 2025 yang menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat serta besarnya potensi atlet balap lokal.

“Antusiasme kemarin membuktikan bakat-bakat balap di Bumi Daya Taka bisa terus tumbuh jika difasilitasi dengan baik,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *