BontangKALTIMNEWS

Viral! Warga Diusir di Pantai Beras Basah, Diduga Tak Sewa Tenda

×

Viral! Warga Diusir di Pantai Beras Basah, Diduga Tak Sewa Tenda

Sebarkan artikel ini
Dalam video yang beredar, pria tua itu tampak menegur sekelompok warga yang datang pada malam hari. Ia menyampaikan bahwa pengunjung tidak diperbolehkan berada di area tersebut tanpa “izin” tertentu.

NIUS.id – Sebuah video berdurasi 1 menit 15 detik viral di media sosial, memperlihatkan dugaan pengusiran terhadap pengunjung di Pantai Beras Basah, Kota Bontang. Peristiwa itu disebut dipicu karena pengunjung tidak menyewa tenda milik seorang pria tua yang diduga memiliki lapak di lokasi tersebut.

Dalam video yang beredar, pria tua itu tampak menegur sekelompok warga yang datang pada malam hari. Ia menyampaikan bahwa pengunjung tidak diperbolehkan berada di area tersebut tanpa “izin” tertentu.

“Di sana orangnya, tidak boleh masuk kalau tidak ‘anu’ (isyarat harus membayar),” ujar pria tersebut dalam rekaman video.

Situasi memanas saat pria itu juga menuding pengunjung melakukan pelanggaran. Ia bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pencurian.

“Mencuri namanya,” tambahnya lagi.

Pengunjung yang diusir dalam video itu kemudian memberikan penjelasan. Ia mengaku datang bersama beberapa anak yatim dan hanya berniat makan bersama, bukan untuk menginap atau menggunakan fasilitas tenda.

“Cuma numpang bentar mau bagikan makan buat anak yatim, kita dibilangin mencuri,” tulis akun Facebook Herlin Anggereani pada caption dalam video.

Selain itu, pengunjung juga mengungkap adanya permintaan pembayaran sebesar Rp125 ribu yang dianggap memberatkan. Hal ini memicu perdebatan di lokasi dan menjadi sorotan publik setelah videonya tersebar luas.

Kasus ini kembali memunculkan dilema lama terkait pengelolaan Pantai Beras Basah. Sejak diterapkannya retribusi bagi pengunjung, muncul keluhan bahwa akses ke kawasan tersebut seolah dibatasi oleh oknum tertentu.

“Dulu bebas, sekarang seperti ada yang kuasai,” ujar salah satu komentar warganet dalam unggahan tersebut.

“Dr dlu ky gtu itu BB..Smuax serba bayar..Pemda gak tau ky apa yaa..???
Sdh berthn²…No..no BERAS BASAH..ndak recoment dah klo ky gtuu trs,” tulis netizen lain.

Isu ini menjadi perhatian karena Pantai Beras Basah selama puluhan tahun dikenal sebagai ruang publik bagi masyarakat Bontang. Kini, muncul kekhawatiran adanya praktik yang membuat kawasan itu terkesan seperti milik pribadi. (*/Aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *