BontangKALTIMNEWS

Tunda Proyek Besar, Wali Kota Bontang Prioritaskan Anggaran untuk Pendidikan dan Kesehatan

×

Tunda Proyek Besar, Wali Kota Bontang Prioritaskan Anggaran untuk Pendidikan dan Kesehatan

Sebarkan artikel ini

NIUS.id – Sejumlah proyek ambisius di Kota Bontang resmi ditunda. Wali Kota Bontang, Beni Moerniaeni memilih mengerem rencana pembangunan bernilai ratusan miliar rupiah demi menjaga kondisi keuangan daerah dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Salah satu proyek yang ditunda adalah rencana pengembangan Waduk Kanaan menjadi destinasi wisata baru dengan konsep “My Stone” sebagai tonggak sejarah dan penggerak ekonomi. Meski dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi, proyek tersebut membutuhkan anggaran besar dan skema pembiayaan multi years.

“Konsepnya bagus untuk wisata dan ekonomi, tapi karena anggarannya berat dan harus melalui persetujuan DPRD, akhirnya dibatalkan,” ujarnya daat ditemui awak media, Senin (7/3/2026).

Ia menyebut, kebutuhan anggaran proyek tersebut diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dalam beberapa tahun ke depan. Pada tahap awal saja, anggaran yang dibutuhkan berkisar Rp150 hingga Rp200 miliar.

Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk pengembangan Waduk Kanaan melalui dukungan program dari pemerintah provinsi. Pendalaman waduk akan tetap dilakukan, namun dengan sumber pendanaan berbeda.

Selain itu, rencana pembelian mes (penginapan) di Jakarta juga ikut ditunda. Awalnya, Pemkot Bontang berencana membeli aset untuk mengurangi beban biaya sewa tahunan yang mencapai sekitar Rp500 juta. Namun, kebijakan tersebut kini dikaji ulang.

Sebagai alternatif, pemerintah akan mencari mes dengan biaya sewa lebih rendah namun tetap dapat melayani kebutuhan masyarakat Bontang yang beraktivitas di Jakarta.

Tak hanya itu, pembangunan fasilitas mini soccer serta sejumlah kegiatan lainnya juga diputuskan untuk ditunda sementara waktu.

Neni mengakui, keinginannya untuk mempercantik kota melalui berbagai proyek pembangunan harus ditahan demi menjaga stabilitas anggaran.

“Saya memang ingin Bontang jadi lebih indah, tapi untuk saat ini kita tunda dulu. Kita hitung ulang semuanya,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah tetap memprioritaskan anggaran pada sektor-sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Ketiga sektor tersebut dipastikan tidak akan mengalami pemangkasan anggaran.

“Yang jelas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat tetap jadi prioritas utama,” tegasnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *