NIUS.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, inklusif, dan berbasis digital. Hal ini ditandai dengan penyerahan resmi pengelolaan website kepada tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Ruang Rapat Diskominfo, Selasa (16/9/2025).
Kepala Diskominfo Bontang, Anwar Sadat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan website bagi setiap OPD sangat penting sebagai kanal komunikasi publik. Menurutnya, website bukan hanya sarana informasi, tetapi juga wadah keterbukaan pemerintah kepada masyarakat sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
“Website ini diharapkan menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Semua program, kebijakan, dan layanan publik harus bisa diakses dengan cepat dan transparan oleh warga,” tegasnya.
Adapun tujuh OPD yang menerima pengelolaan website meliputi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Kecamatan Bontang Barat, Kecamatan Bontang Utara, serta Kelurahan Satimpo.
Melalui website tersebut, masing-masing OPD bertanggung jawab penuh untuk melakukan pemutakhiran konten, menyediakan informasi layanan yang akurat, hingga menjaga keamanan sistem. Diskominfo menegaskan bahwa hal ini adalah bagian dari transformasi menuju pemerintahan digital yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Dengan adanya website ini, masyarakat bisa langsung mengakses informasi yang mereka butuhkan tanpa harus datang ke kantor OPD. Hal ini juga akan meningkatkan efisiensi layanan dan transparansi kinerja pemerintah daerah,” lanjut Anwar.
Serah terima website ini ditandai dengan penandatanganan berita acara antara perwakilan OPD dan Diskominfo. Kegiatan ini juga menjadi kelanjutan dari program digitalisasi pemerintahan yang sudah berjalan sejak tahun sebelumnya.
Pemkot Bontang optimistis bahwa langkah ini akan memperkuat infrastruktur digital kota, sekaligus menciptakan sistem pemerintahan yang lebih akuntabel, modern, dan dekat dengan masyarakat.
Laporan Wartawan NIUS.id, Dahlia



