NIUS.id – Teknologi kini menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia pendidikan modern. Hal ini juga diterapkan di SMP Negeri 7 Bontang, yang terus memperkuat literasi teknologi di kalangan guru maupun siswanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMPN 7 Bontang, Nor Hayati, mengatakan bahwa sebagian besar tenaga pendidik di sekolahnya berasal dari generasi muda. Kondisi ini menjadi keuntungan tersendiri karena para guru lebih mudah beradaptasi dengan sistem pembelajaran digital yang kini semakin berkembang.
“Alhamdulillah, SDM kami yang mayoritas muda sangat mendukung dan memudahkan dalam memahami hal-hal berbasis digital,” ujarnya, Ahad (2/11/2025).
Menurut Nor Hayati, semangat para guru menjadi modal besar dalam mempercepat penerapan pembelajaran interaktif berbasis teknologi. Sebagai bentuk dukungan, SMPN 7 Bontang juga memperoleh bantuan revitalisasi sekolah dari pemerintah, yang dialokasikan untuk pembangunan gedung administrasi baru dan Unit Kesehatan Siswa (UKS).
Ia menilai, peningkatan infrastruktur tersebut sangat sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Selain pembangunan fisik, peningkatan kapasitas guru juga menjadi fokus utama. Salah satunya melalui pelatihan penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau smartboard.
Kegiatan pelatihan tersebut difasilitasi oleh pemerintah pusat, dan SMPN 7 Bontang bahkan ditunjuk untuk mengirimkan satu guru mengikuti pelatihan khusus di Jakarta.
“Smart board memungkinkan guru untuk menulis, menggunakan berbagai aplikasi, dan mengintegrasikan perangkat lain dengan lebih efisien,” terangnya.
Lebih lanjut, perangkat smart board juga menghadirkan fitur kolaboratif yang dapat mendorong siswa lebih aktif dalam proses belajar. Interaksi dua arah antara guru dan siswa, kata Nor Hayati, membuat suasana kelas menjadi lebih dinamis dan menyenangkan.
“Tujuannya agar pendidik dapat menciptakan kelas yang lebih interaktif dan partisipatif,” tambahnya.
Nor Hayati menegaskan, penerapan Kurikulum Merdeka di sekolahnya bukan hanya sebatas perubahan struktur pembelajaran. Namun juga merupakan langkah nyata dalam menyiapkan generasi pelajar yang kreatif, inovatif, dan melek teknologi. (*)



