ADVERTORIALBontang

RSUD Taman Husada Bontang Ingatkan Warga Waspadai DBD, Kenali Gejalanya Sejak Dini

×

RSUD Taman Husada Bontang Ingatkan Warga Waspadai DBD, Kenali Gejalanya Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Foto: Kepala Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Taman Husada Bontang, Sunarti, A.Md.Keb., SKM.

NIUS.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti ini masih menjadi ancaman serius, terutama saat pergantian musim yang memicu peningkatan populasi nyamuk.

Kepala Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Taman Husada, Sunarti, A.Md.Keb., SKM, menyampaikan bahwa DBD dapat berkembang dengan cepat dan berisiko fatal bila tidak segera ditangani. Karena itu, mengenali gejala awal sangat penting agar pasien bisa segera mendapatkan perawatan medis yang tepat.

Menurutnya, gejala awal DBD biasanya ditandai dengan demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri pada otot dan sendi, mual atau muntah, serta muncul ruam atau bintik merah di kulit. “Kalau sudah mengalami tanda-tanda seperti itu, sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan untuk memastikan apakah terinfeksi DBD atau tidak,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sunarti juga menegaskan bahwa demam yang tidak kunjung turun selama tiga hingga tujuh hari perlu menjadi perhatian serius. Dalam fase tersebut, jumlah trombosit dalam tubuh biasanya turun drastis, yang dapat menyebabkan perdarahan dan munculnya bercak merah di kulit.

“Kalau dibiarkan tanpa penanganan, bisa masuk dalam kategori berat. Karena itu, jangan tunggu parah baru ke rumah sakit,” tambahnya.

Selain pengobatan, Sunarti menyarankan agar penderita DBD mengonsumsi banyak air putih untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Ia menekankan pentingnya menjaga pola makan bergizi dan istirahat cukup agar daya tahan tubuh tetap kuat.

Lebih lanjut, ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melakukan gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Menurutnya, upaya sederhana tersebut efektif mencegah penyebaran DBD di lingkungan rumah.

“DBD bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tapi juga seluruh masyarakat. Jika semua peduli dan menjaga kebersihan lingkungan, risiko penyebaran penyakit ini bisa ditekan,” pungkas Sunarti.

Dengan langkah-langkah pencegahan dan kewaspadaan sejak dini, RSUD Taman Husada Bontang berharap kasus DBD dapat ditekan seminimal mungkin demi menjaga kesehatan masyarakat kota Bontang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *