NIUS.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melalui Bidang Kebudayaan menghadirkan serangkaian kegiatan bernuansa budaya yang melibatkan pelaku seni, komunitas kreatif, lembaga pendidikan, serta masyarakat luas.
Kegiatan tersebut tak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat jati diri daerah, mempererat silaturahmi, serta menghidupkan kembali semangat budaya lokal di tengah masyarakat.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai ruang ekspresi bagi masyarakat dan generasi muda agar turut berkontribusi dalam merayakan ulang tahun daerah melalui karya budaya.
“HUT Kutai Timur bukan hanya perayaan seremonial. Ini momentum memperkuat identitas daerah, mempererat silaturahmi, sekaligus membuka ruang bagi seniman, pelajar, komunitas kreatif, dan generasi muda untuk menampilkan karya terbaik mereka,” ujarnya, Rabu (29/10/25).
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak Oktober hingga akhir November 2025 ini mendapat dukungan penuh dari Pemkab Kutim serta partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat.
Berikut agenda kebudayaan yang digelar oleh Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim:
Kirab Budaya HUT Kutim – 19 Oktober 2025 di Sangatta. Menampilkan parade budaya, busana tradisional, atraksi seni daerah, serta partisipasi seluruh kecamatan di Kutim. Kirab ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman budaya.
Festival Magicland Kutim ke-2 – 15–17 November 2025 di Kawasan Polder Ilham Maulana, Sangatta. Menampilkan tari kolosal “Magicland”, penyerahan Anugerah Kebudayaan Kabupaten, serta pentas seni daerah yang menggabungkan unsur modern dan tradisional.
Pameran Miniatur Sejarah Nabi dan Rasul – 17–22 November 2025 di Masjid Agung Al-Faruq Sangatta. Sebuah pameran edukatif yang menyuguhkan miniatur perjalanan hidup para Nabi dan Rasul, memberikan pengalaman visual dan spiritual bagi pelajar serta masyarakat umum.
Festival Seni Budaya Kutim – 21–23 November 2025 di Alun-Alun Sangatta. Menjadi puncak perayaan budaya, menghadirkan pertunjukan tari, musik tradisi, teater, sastra, dan kolaborasi lintas komunitas budaya.
Festival Musik Anti Narkoba – 28–30 November 2025 di Kecamatan Bengalon. Mengusung tema “Generasi Sehat, Generasi Berprestasi”, kegiatan ini menjadi ajang kampanye moral anti narkoba melalui musik kreatif dan ekspresi anak muda.
Mulyono menambahkan, seluruh kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas elemen, mulai dari pelaku budaya, lembaga seni, organisasi kepemudaan, pondok pesantren, hingga sekolah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kutai Timur untuk hadir dan berpartisipasi. Kutai Timur kuat karena budaya kita hidup,” tegasnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Kutim menunjukkan dirinya bukan hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga kaya tradisi, kreativitas, dan semangat kebersamaan.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim di 0821 5815 1298.
“Kami berharap semangat budaya ini terus tumbuh dan menjadi kebanggaan bersama,” tutup Mulyono (*)



