NIUS.id – Upaya menekan aksi balap liar terus digencarkan Polres Bontang dengan memetakan sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi balapan ilegal oleh para remaja.
Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano mengatakan bahwa beberapa lokasi yang teridentifikasi rawan di antaranya kawasan jalan menuju Loktuan arah PKT di Jalan Cipto Mangunkusumo, serta jalur menuju Bontang Lestari di Jalan Soekarno Hatta.
Di titik-titik tersebut, personel kepolisian ditempatkan untuk meminimalisir munculnya kembali aktivitas serupa.
“Kita sudah petakan titik-titik kerawanan. Di lokasi itu akan kita tempatkan personel. Minimal tidak ada lagi kegiatan balap liar,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Meski demikian, polisi tidak menutup kemungkinan para pelaku berpindah lokasi dengan memanfaatkan situasi yang dianggap aman dan minim pengawasan.
“Biasanya mereka mencari ruas jalan yang sepi, tidak padat penduduk, serta tidak memiliki hambatan lalu lintas,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, patroli dilakukan secara mobile dan berkelanjutan. Selain itu, polisi juga memantau laporan masyarakat melalui layanan darurat 110. Setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi dan melakukan klarifikasi di lapangan.
“Selama ini langkah yang kita ambil masih bersifat preemtif dan preventif. Kita lakukan patroli dan memberikan teguran secara humanis. Untuk tindakan tegas sementara belum ada,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut terkhusus bagi pelaku yang masih berstatus pelajar, pembinaan dilakukan dengan melibatkan pihak sekolah. Kepolisian mengimbau agar sekolah turut memberikan edukasi kepada siswa untuk tidak terlibat dalam kegiatan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam beberapa hari terakhir, kepolisian mencatat adanya penurunan aktivitas balap liar. Hal ini dinilai sebagai dampak dari intensitas patroli dan kehadiran aparat di lapangan.
“Sudah mulai menurun. Mungkin karena kita terus mobile di titik-titik itu, jadi mereka berpikir dua kali untuk melakukan kegiatan tersebut,” tambahnya.
Polres Bontang juga mengajak para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari, demi mencegah keterlibatan dalam aksi balap liar yang berisiko tinggi terhadap keselamatan.
Sebelumnya, Kasatlantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi, menjelaskan penertiban pertama dilakukan mulai Kamis (19/2/2026) malam. Lima pengendara diamankan dari tiga titik berbeda, yakni kawasan Loktuan, Kilometer 3, dan Gunung Sari. Dilanjutkan Jumat (20/2/2026) dan Sabtu (21/2/2026) dengan menjaring tiga pengendara di Simpang Berbas.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



