EKONOMIKALTIMNEWS

Pertamina Hulu Kaltim Genjot Produksi Lewat Pengeboran Sumur Infill

×

Pertamina Hulu Kaltim Genjot Produksi Lewat Pengeboran Sumur Infill

Sebarkan artikel ini
PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melakukan pengeboran pengembangan dua sumur sisipan (infill) di Lapangan Kerindingan, lepas pantai Selat Makassar, Kalimantan Timur. Foto: Istimewa

NIUS.id – Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) terus menggenjot produksi migas dengan melakukan pengeboran dua sumur sisipan (infill) di Lapangan Kerindingan, lepas pantai Selat Makassar, Kalimantan Timur.

Kegiatan pengeboran ini berlangsung sejak Februari hingga Maret 2026 dan menjadi bagian dari strategi pengelolaan lapangan tua (mature field) agar tetap produktif.

General Manager PHKT, Darmapala, mengatakan langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan operasi sekaligus mengoptimalkan cadangan yang masih tersisa.

“Perusahaan terus berinvestasi melalui pengeboran sumur baru untuk menambah cadangan, meningkatkan recovery, serta menahan laju penurunan produksi di lapangan mature,” ujarnya, Selasa, (10/03/26).

Ia menambahkan, efisiensi dan keselamatan tetap menjadi perhatian utama dalam setiap proses pengeboran. Untuk itu, PHKT menerapkan pendekatan teknik terbaik guna menjaga keekonomian proyek tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja.

Lapangan Kerindingan sendiri bukan pemain baru. Lapangan lepas pantai ini pertama kali ditemukan melalui sumur eksplorasi pada 1972 dan mulai berproduksi sejak 1976. Sejak saat itu, pengembangannya dilakukan secara bertahap.

Hingga pertengahan 2025, tercatat sudah ada 34 sumur yang dibor di lapangan ini, dengan capaian produksi kumulatif yang cukup signifikan. Saat ini, Kerindingan menjadi salah satu dari 14 lapangan yang dikelola PHKT.

Adapun sumur infill merupakan sumur tambahan yang dibor di antara sumur-sumur eksisting. Tujuannya untuk mengoptimalkan produksi dari reservoir yang masih memiliki potensi, terutama di area yang sebelumnya belum tergarap maksimal.

“Program ini melanjutkan keberhasilan pengeboran sebelumnya, dengan fokus memproduksi cadangan di puncak struktur yang belum termonetisasi,” jelas Darmapala.

Melalui program ini, PHKT berharap dapat meningkatkan produksi sekaligus memperkuat kontribusi lapangan terhadap kinerja perusahaan sepanjang 2026.

Ke depan, perusahaan menegaskan akan terus mengoptimalkan potensi migas di lapangan-lapangan mature sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *