NIUS.id – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, menilai angka pengangguran di Kaltim, khususnya di Kota Samarinda, masih tergolong tinggi. Ia menilai kondisi di lapangan tidak sepenuhnya sejalan dengan data resmi yang menunjukkan adanya penurunan tingkat pengangguran.
“Di Samarinda, pengangguran masih banyak. Katanya menurun, tapi faktanya tidak demikian,” ujar Andi Satya, Senin (15/12/25).
Pandangan tersebut ia sampaikan setelah menyaksikan langsung proses rekrutmen di RS Mulya Medika Samarinda Seberang. Menurutnya, antusiasme pelamar mencerminkan ketatnya persaingan kerja di lapangan.
“Bayangkan, hanya dua posisi front office diperebutkan sekitar 1.400 pelamar,” tegasnya.
Bahkan, pada tahap awal proses rekrutmen di rumah sakit tersebut, total pelamar dari berbagai posisi sempat menembus lebih dari 10 ribu orang.
Andi menilai kondisi ini menjadi pengingat penting bagi generasi muda bahwa dunia kerja saat ini sangat kompetitif. Ia menekankan pentingnya kesiapan dan peningkatan keterampilan agar para pencari kerja mampu bersaing di pasar tenaga kerja.
“Itulah kenyataan di dunia kerja. Kalian ingin cepat lulus, tapi setelah itu persaingannya bisa sangat berat,” pesannya.
Ia juga mencontohkan pengalaman para lulusan kedokteran yang tetap harus berjuang keras untuk mendapatkan pekerjaan sesuai bidangnya.
“Waktu kami kuliah kedokteran juga ingin cepat selesai. Tapi setelah lulus, tetap bingung mau kerja di mana karena persaingan ketat,” ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut, Andi mendorong pemerintah untuk lebih serius memperluas lapangan kerja serta meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal. Langkah tersebut dinilai sangat penting, terutama menjelang pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan membutuhkan banyak tenaga kerja terampil.(*)


