NIUS.id – Pemerintah Kota Bontang terus menggalakkan upaya menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan berpihak pada anak. Komitmen ini tampak dari kunjungan lapangan yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) ke SDN 002 Bontang Utara dan SMPN 9 Bontang.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari persiapan menuju audit standarisasi Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak (LPKRA) yang dijadwalkan berlangsung pada November 2025 oleh kementerian terkait.
Plt. Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Khusus Anak DP3AKB Bontang, Gunawan, melalui staf bidangnya Trully Tisna Milasari, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan sekolah menghadapi audit nasional.
“Kami ingin melihat langsung bagaimana sekolah menerapkan prinsip ramah anak, mulai dari kebijakan, fasilitas, hingga budaya sekolah yang mendukung perlindungan dan kenyamanan siswa,” ungkap Trully, Selasa (28/10/2025).
Audit ini merupakan tahap lanjutan setelah sebelumnya dilakukan audit pendahuluan beberapa bulan lalu. Melalui evaluasi tersebut, tim berupaya memperkuat berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan agar lembaga pendidikan di Bontang benar-benar memenuhi standar nasional ramah anak.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menilai sinergi antarinstansi ini sebagai bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada kesejahteraan psikologis peserta didik.
“Anak-anak perlu merasa aman dan dihargai di sekolah. Dengan dukungan DP3AKB, kami optimistis konsep sekolah ramah anak dapat berjalan konsisten di semua jenjang pendidikan,” ujarnya.
Melalui langkah kolaboratif ini, Pemerintah Kota Bontang berharap seluruh sekolah dapat menjadi contoh penerapan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak, sehingga lahir generasi muda yang berkarakter, bahagia, dan berdaya saing tinggi. (*)


