NIUS.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus memperkuat langkah nyata dalam menekan angka stunting di wilayahnya. Salah satu upaya terbaru yang dilakukan yakni pembangunan Rumah Rehab Gizi di Kecamatan Sangatta Utara.
Program ini menjadi bentuk keseriusan Pemkab Kutim dalam menangani permasalahan gizi anak secara lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan.
Rumah rehab gizi tersebut juga menjadi hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak kecamatan, Dinas Kesehatan, serta dukungan dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Camat Sangatta Utara, Hasdiah, menyampaikan bahwa di wilayahnya tercatat terdapat 345 anak berisiko stunting, 54 anak bergizi kurang, dan 3 anak bergizi buruk. Angka tersebut dinilai cukup tinggi sehingga membutuhkan penanganan komprehensif.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berkolaborasi dengan PT KPC untuk membangun rumah rehab gizi ini. Pembangunannya memanfaatkan gedung lama di samping BPU Sangatta Utara,” ujar Hasdiah, Minggu (2/11/2025).
Dalam pelaksanaannya, PT KPC akan membantu perbaikan bangunan melalui CSR, sedangkan Program Makanan Tambahan (PMT) akan didanai dari anggaran desa. Sementara itu, pendampingan kesehatan dan pemantauan gizi anak dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kutai Timur.
Rumah rehab gizi ini nantinya akan berfungsi sebagai tempat produksi dan penyediaan makanan tambahan bergizi bagi anak-anak yang mengalami risiko stunting, gizi kurang, maupun gizi buruk. Setiap anak akan menjalani program pemulihan gizi selama 26 hari dengan pendampingan dokter spesialis anak.
“Anak-anak akan mendapat asupan bergizi yang terukur dan dipantau perkembangannya. Setelah dinyatakan pulih, barulah pemberian PMT dihentikan,” jelas Hasdiah.
Program ini diharapkan mampu menjadi model penanganan stunting terpadu di Kutai Timur, sekaligus mempercepat pencapaian target nasional dalam menurunkan angka stunting.
“Melalui sinergi lintas sektor, kami optimistis program ini dapat mengurangi jumlah anak berisiko stunting di Sangatta Utara dan sekitarnya,” pungkasnya. (*)



