NIUS.id – Menteri Pertanian yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, kembali mengingatkan agar harga sejumlah komoditas pangan tetap terkendali. Ia menegaskan, daging sapi, daging ayam, hingga telur ayam harus dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET).
Menurut Amran, menjaga harga tetap di bawah HET penting untuk memastikan daya beli masyarakat tidak tergerus, apalagi di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.
“Seluruh komoditas strategis harus tetap berada di bawah harga eceran tertinggi,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis, (05/03/26).
Adapun HET yang ditetapkan pemerintah saat ini yakni Rp40 ribu per kilogram untuk daging ayam ras, Rp140 ribu per kilogram untuk daging sapi, dan Rp30 ribu per kilogram untuk telur ayam ras.
Amran memastikan, dari sisi pasokan sebenarnya tidak ada persoalan. Ia menyebut seluruh rekomendasi pemasukan sapi dan daging sudah diterbitkan sejak Desember lalu, sehingga kebutuhan dalam negeri seharusnya tercukupi.
“Rekomendasi sudah keluar semua. Di Kementerian Pertanian tidak ada hambatan, itu perintah saya langsung sejak Desember. Jadi stok aman,” katanya.
Namun, ia mengakui masih ditemukan kenaikan harga di sejumlah daerah, termasuk di Bandung, Jawa Barat. Setelah ditelusuri, kenaikan itu diduga terjadi di tingkat perantara.
“Begitu kita cek, ini justru di middleman yang tidak benar. Ada indikasi pasokan ditahan,” tegasnya.
Karena itu, Amran meminta Satgas Pangan bersama aparat kepolisian untuk turun tangan. Ia bahkan membuka kemungkinan penindakan tegas hingga penyegelan jika terbukti ada praktik penahanan stok atau permainan harga.
“Semua harus mengeluarkan barangnya, jangan sampai harga naik karena ditahan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menilai pengawasan harga memang perlu diperkuat, terutama saat permintaan meningkat seperti Ramadan hingga Idulfitri.
Ia mengusulkan agar setiap pasar dilengkapi panel informasi harga yang diperbarui secara berkala. Menurutnya, keterbukaan informasi bisa menjadi cara efektif untuk menekan spekulasi.
“Kalau harga transparan, masyarakat tahu harga riil di lapangan,” kata Agung.
Ia menambahkan, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah antisipasi sebelum Ramadan untuk memastikan pasokan tetap aman. Namun, ia juga meminta pelaku usaha, khususnya di sektor perunggasan, ikut menjaga stabilitas harga agar tidak melonjak berlebihan di tingkat konsumen. (*/Zk)pa



