NIUS.id – Jalan sehat dan senam pagi menjadi agenda penutup Pekan Pengawasan Partisipatif yang digelar Bawaslu Kota Bontang di halaman parkir Ramayana, Bontang Utara, Minggu (16/11/2025).
Kegiatan kolaboratif bersama Badan Kesbangpol Kota Bontang itu menjadi ajang yang menggabungkan edukasi politik dan olahraga ringan untuk masyarakat.
Ketua Bawaslu Bontang, Aldy Artrian, menyebut jalan sehat dipilih karena lebih mudah diterima masyarakat sekaligus efektif memperkenalkan nilai-nilai demokrasi.
Ia menegaskan, pengawasan pemilu tidak boleh dipandang sebagai tugas penyelenggara semata.
“Pendidikan politik bisa dikemas dengan berbagai bentuk. Isu demokrasi harus dikenalkan sejak dini, dan kegiatan seperti ini menjadi salah satu cara kita memperkuat pemahaman bersama,” ujar Aldy.
Antusiasme peserta terlihat sejak pagi saat rangkaian senam bersama dimulai. Setelah itu, ribuan warga bergerak melalui rute jalan sehat yang telah disiapkan panitia.
Suasana makin meriah saat undian doorprize dibuka, disertai teriakan peserta setiap kali nomor beruntung diumumkan.
Aldy berharap agar Pekan Pengawasan Partisipatif terus menjadi sarana penguatan demokrasi yang inklusif dan menyenangkan bagi masyarakat Bontang.
“Dari kesadaran seperti inilah kelak akan lahir pemimpin-pemimpin hebat dari Bontang untuk Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Bontang, Dasuki, mewakili Wali Kota, mengatakan jalan sehat ini bukan hanya agenda olahraga, tetapi juga medium untuk membangun kesadaran politik publik.
Ia menyebut keberhasilan Pekan Pengawasan Partisipatif sebagai cermin partisipasi aktif warga.
“Kegiatan yang kita laksanakan pada hari ini merupakan implementasi tugas dan peran Bawaslu dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat. Tentunya kami mendukung penuh kegiatan ini agar berjalan lancar dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi penguatan demokrasi daerah,” ujar Dasuki.
Ia juga menyoroti pentingnya ruang ekspresi demokrasi bagi generasi muda melalui berbagai lomba yang sebelumnya digelar sepanjang pekan.
Menurutnya, kompetisi seperti cerdas cermat demokrasi, puisi, maupun fotografi memberi ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk menyampaikan gagasan.
“Ini menunjukkan bahwa demokrasi di Kota Bontang tumbuh dengan sehat dan matang,” tegasnya.
Pada penghujung acara, Bawaslu menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba yang telah mengikuti serangkaian agenda edukatif tersebut. Penobatan pemenang lomba cerdas cermat menjadi salah satu momen paling ditunggu oleh peserta.
Laporan Wartawan NIUS.id, Hardi


