BontangPemerintah

Neni Moerniaeni Pimpin Monitoring LHKPN dan SPT 2025, Tegaskan Komitmen Transparansi Pemkot Bontang

×

Neni Moerniaeni Pimpin Monitoring LHKPN dan SPT 2025, Tegaskan Komitmen Transparansi Pemkot Bontang

Sebarkan artikel ini

NIUS.id – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, membuka kegiatan Monitoring Pengisian LHKPN dan SPT Tahunan Tahun 2025 secara virtual dari ruang kerjanya, Senin (2/3/2026).

Kegiatan tersebut didampingi Kepala Inspektorat Kota Bontang, Enik Riuswati, bersama jajaran, serta diikuti seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari kantor masing-masing.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Inspektorat Daerah Kota Bontang atas pelaksanaan monitoring yang dinilai penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik.

Menurutnya, kegiatan monitoring pengisian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan SPT Tahunan bukan sekadar agenda administratif rutin, tetapi menjadi bagian integral dalam membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“LHKPN bukan hanya sarana pelaporan kekayaan, tetapi juga mekanisme kontrol publik terhadap integritas dan konsistensi penyelenggara negara dalam menjalankan amanah jabatan,” tegasnya.

Berdasarkan laporan rekapitulasi penyampaian LHKPN Tahun 2024, Pemerintah Kota Bontang berhasil mencatat capaian 100 persen kepatuhan pelaporan. Dari total tersebut, sebanyak 325 pejabat wajib LHKPN telah melaporkan harta kekayaannya, sementara 3.184 pegawai non-wajib LHKPN juga telah menyampaikan SPT Tahunan.

Adapun progres pelaporan LHKPN Tahun 2025 hingga saat ini masih berada pada angka 41,18 persen dari total 323 pejabat wajib lapor.

Wali Kota mengajak seluruh pejabat wajib lapor di lingkungan Pemerintah Kota Bontang untuk memenuhi kewajiban pelaporan dengan kesadaran penuh, bukan semata karena pengawasan administratif.

Ia menekankan bahwa kepatuhan pelaporan merupakan bentuk komitmen moral aparatur sebagai abdi negara dalam menjaga kepercayaan publik.

“Kepatuhan ini harus lahir dari kesadaran dan tanggung jawab pribadi sebagai penyelenggara pemerintahan,” ujarnya.

Neni Moerniaeni mengajak seluruh jajaran Pemkot Bontang menjadikan momentum monitoring ini sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun budaya integritas.

“Mari kita bangun budaya kepatuhan yang berkelanjutan, dimulai dari diri sendiri dan dari tanggung jawab yang kita emban,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *