ADVERTORIALBontangPemerintah

Menuju Kota Energi Bersih dan Mandiri, Bontang Dapat Tambahan 10.553 Sambungan Jargas

NIUS.id – Komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam menghadirkan energi bersih, murah, dan ramah lingkungan terus membuahkan hasil. Tahun ini, Bontang resmi mendapatkan alokasi pembangunan 10.553 sambungan rumah (SR) jaringan gas (jargas). Dengan tambahan tersebut, total sambungan yang tersedia kini mendekati 29.000 SR, dari estimasi kebutuhan sekitar 35.000 SR.

Kabar baik itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Jargas Rumah Tangga yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Jumat (12/9/2025).

“Ini berarti masih ada sekitar 10.000 sambungan lagi yang perlu kita perjuangkan agar seluruh warga Bontang bisa menikmati manfaat jargas. Saya minta semua pihak mendukung agar target ini segera terwujud,” tegas Neni.

Rapat koordinasi tersebut juga menghadirkan Yunando, perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ia menjelaskan bahwa Bontang masuk dalam Paket 4 pembangunan jargas nasional, bersama Kabupaten Demak dan Kabupaten Tanah Tidung. Dari total 26.137 SR yang dibangun dalam paket itu, Bontang mendapat alokasi terbesar, yakni 10.553 SR.

“Program ini sepenuhnya gratis untuk masyarakat. Tidak ada pungutan dalam bentuk apapun. Jika ada pihak yang meminta pembayaran, segera laporkan ke pihak berwenang,” tegas Yunando.

Secara teknis, fasilitas utama seperti regulating station (RS) dan stasiun pengendali akan dibangun di atas lahan milik Pemkot Bontang, sehingga tidak membebani masyarakat maupun pihak swasta.

Adapun pembangunan fisik jargas akan dimulai pada Oktober hingga Desember 2025, lalu dilanjutkan tahap penyelesaian pada Januari hingga Mei 2026. Sebelumnya, sejumlah tahapan persiapan telah dilaksanakan, mulai dari survei lapangan, peninjauan calon pelanggan, hingga penandatanganan MoU antara Pemkot Bontang dan Kementerian ESDM. Sebanyak 14 kelurahan telah ditetapkan sebagai wilayah sasaran dengan memperhatikan aspek teknis dan kepadatan penduduk.

Menutup rapat, Neni memberikan instruksi tegas kepada perangkat daerah, camat, dan lurah agar aktif menyosialisasikan program ini serta memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

“Kita ingin program ini sukses. Maka seluruh elemen pemerintah daerah harus bergotong royong. Ini kerja besar yang manfaatnya akan langsung dirasakan rakyat,” pungkasnya.

Dengan tambahan sambungan jargas ini, Bontang kian memperkuat posisinya sebagai kota energi bersih dan mandiri, sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional yang lebih ramah lingkungan serta berpihak pada masyarakat.

Laporan Wartawan NIUS.id, Dahlia

Exit mobile version