BontangNEWS

Luas Genangan Banjir Bontang 2025 Sebesar 126,31 Hektar, Bontang Utara Tertinggi

×

Luas Genangan Banjir Bontang 2025 Sebesar 126,31 Hektar, Bontang Utara Tertinggi

Sebarkan artikel ini
Foto: kondisi pemukiman di Bontang Permai saat banjir.

NIUS.id – Pemerintah Kota Bontang menetapkan total luas genangan banjir sepanjang tahun 2025 mencapai 126,31 hektar.

Data tersebut ditetapkan melalui Rapat Pleno Pemutakhiran Data Genangan Banjir 2025 sebagai dasar penguatan kebijakan penanganan banjir berbasis data akurat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, Ismail, mengatakan hasil pemutakhiran menunjukkan wilayah Kecamatan Bontang Utara masih menjadi daerah dengan genangan banjir terluas.

“Kalau data tahun lalu, wilayah terluas genangannya tetap berada di Kecamatan Bontang Utara,” ujarnya saat ditemui, Kamis (26/2/2026).

Berdasarkan data BPBD, luas genangan banjir di Kecamatan Bontang Utara mencapai 81,37 hektar, tersebar di beberapa kelurahan, yakni Kelurahan Api-Api 19,53 hektar, Kelurahan Bontang Baru 5,83 hektar, Kelurahan Bontang Kuala 39,14 hektar, Kelurahan Gunung Elai 12,44 hektar, Kelurahan Loktuan 2,21 hektar dan Kelurahan Guntung 2,44 hektar.

Ismail menyebutkan, Kelurahan Bontang Kuala menjadi wilayah dengan dampak genangan paling luas di kecamatan tersebut.

“Untuk Bontang Utara, yang paling luas terdampak adalah Bontang Kuala,” jelasnya.

Sementara itu, di Kecamatan Bontang Barat, luas genangan banjir tercatat 11,52 hektar, meliputi: Kelurahan Belimbing 1,02 hektar, Kelurahan Gunung Telihan: ,49 hektar dan Kelurahan Kanaan 4,02 hektar.

Adapun di Kecamatan Bontang Selatan, total genangan mencapai 33,42 hektar, terdiri dari: Berebas Tengah 1,42 hektar, Berbas Pantai 1,10 hektar, Tanjung Laut 3,18 hektar, Tanjung Laut Indah 19,43 hektar, Satimpo 7,38 hektar dan Bontang Lestari 0,91 hektar.

Penetapan data genangan banjir ini diharapkan menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan mitigasi bencana, termasuk pembangunan sistem drainase, normalisasi aliran air, serta program pengurangan risiko banjir di masa mendatang.

“Harapannya, dengan data ini pemerintah dapat memperkuat perencanaan pembangunan sistem drainase dan penanganan banjir secara lebih terarah,” pungkas Ismail.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *