KRIMINALNEWS

KPK Tangkap Bupati Tulungagung, OTT Sepanjang 2026 Makin Intens

×

KPK Tangkap Bupati Tulungagung, OTT Sepanjang 2026 Makin Intens

Sebarkan artikel ini
Foto/Ilustrasi

NIUS.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, diamankan pada Jumat, 10 April 2026.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan penangkapan tersebut. “Benar,” ujarnya dikutip dari Tempo.

Penangkapan ini menambah daftar panjang OTT yang dilakukan KPK sepanjang 2026. Sejak awal tahun, lembaga antirasuah itu memang terlihat agresif dalam menindak kasus korupsi di berbagai sektor.

OTT pertama pada 2026 dilakukan pada 9–10 Januari, dengan mengamankan delapan orang terkait dugaan suap di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara untuk periode 2021–2026.

Selanjutnya, pada 19 Januari, KPK melakukan dua OTT sekaligus. Salah satunya menjerat Wali Kota Madiun, Maidi, yang diduga terlibat dalam kasus korupsi dana CSR dan gratifikasi. Di hari yang sama, KPK juga menangkap Bupati Pati, Sudewo, atas dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa.

Operasi berikutnya menyasar sejumlah instansi, termasuk Kantor Pajak Madya Banjarmasin dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Pada 5 Februari, KPK kembali bergerak dalam kasus dugaan korupsi pengurusan sengketa lahan di Pengadilan Negeri Depok. Dalam OTT ini, sejumlah pejabat peradilan ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Ketua PN Depok.

Gelombang OTT berlanjut dengan penangkapan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing.

Kemudian pada 10 Maret, KPK menangkap Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, terkait dugaan suap proyek pemerintah daerah.

Tak lama berselang, pada 13 Maret, Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, juga terjaring OTT dalam kasus dugaan pemerasan di lingkungan pemerintah daerah.

Dengan penangkapan terbaru terhadap Gatut Sunu Wibowo, KPK menunjukkan bahwa operasi penindakan terhadap praktik korupsi masih terus berjalan intens di berbagai daerah dan sektor. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *