NIUS.id – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, menegaskan bahwa cita-cita mewujudkan “Generasi Emas Kaltim” tidak akan tercapai tanpa pemerataan pembangunan, terutama bagi daerah-daerah yang masih tertinggal dan minim layanan publik.
Ia menyatakan bahwa kualitas kesehatan dan pendidikan harus menjadi pondasi utama, terlebih Kaltim sedang bersiap sebagai penopang Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Sejalan dengan visi Gubernur menuju generasi emas, kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas, termasuk upaya pencegahan stunting,” ujarnya, Jumat, 28 November 2025.
Syarifatul juga menyoroti beberapa wilayah yang masih membutuhkan perhatian ekstra, seperti Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu), yang dinilai tertinggal dibandingkan wilayah pusat pertumbuhan ekonomi lainnya di Kaltim.
“Daerah seperti Kubar dan Mahulu perlu dukungan penuh agar tidak semakin tertinggal dan kesenjangan kesejahteraan bisa ditekan,” tambahnya.
Di tengah menurunnya Transfer ke Daerah (TKD), ia mendorong pemerintah provinsi untuk lebih aktif mencari sumber pendapatan baru. Penguatan PAD, efisiensi program, hingga optimalisasi komunikasi anggaran dengan pemerintah pusat dinilai harus dilakukan secara simultan.
“Dengan turunnya TKD, Kaltim harus mencari alternatif pendapatan, memperkuat koordinasi dengan pusat, dan mengurangi kegiatan seremonial yang tidak mendesak,” jelasnya.
Syarifatul berharap perhatian terhadap daerah tertinggal terus diperkuat sehingga seluruh masyarakat di Bumi Etam dapat merasakan pemerataan pembangunan secara setara. (*)



