NIUS.id – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menyoroti rendahnya serapan tenaga kerja lokal di tengah tingginya jumlah lulusan baru setiap tahun. Ia mencatat, sekitar 52 ribu lulusan di Kaltim memasuki pasar kerja setiap tahunnya, namun peluang kerja yang tersedia belum mampu menampung mereka semua.
Reza menilai dunia industri perlu memberikan ruang yang lebih besar bagi tenaga kerja lokal, terutama bagi para lulusan baru (*fresh graduate*) yang membutuhkan kesempatan pertama untuk bekerja.
“Kesempatan awal bekerja sangat menentukan masa depan mereka. Dunia industri harus lebih membuka pintu bagi lulusan daerah,” ujarnya, Jumat, 6 Desember 2025.
Legislator asal Kutai Kartanegara (Kukar) itu menegaskan adanya ketimpangan antara jumlah lulusan dan kapasitas lapangan kerja yang tersedia. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan perlunya solusi cepat agar angka pengangguran tidak terus meningkat.
“Jumlah lowongan yang ada belum sebanding dengan angka kelulusan. Ini masalah yang harus segera kita jawab bersama,” tambahnya.
Selain terbatasnya peluang kerja, Reza juga menyoroti ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha. Ia menilai penerapan konsep *link and match* harus diperkuat agar lulusan benar-benar siap memasuki pasar kerja.
“Masih banyak ketidaksinkronan antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan industri. Ini yang harus dibenahi,” tegasnya.
Reza berharap kerja sama antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri dapat semakin konkret, agar tenaga kerja lokal terserap lebih optimal dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kaltim berjalan secara seimbang. (*)


