NIUS.id – Kecelakaan air menimpa kapal taksi penumpang KM Dahliya F3 di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Ulak Besar, Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 16.30 Wita. Kapal yang melayani rute Samarinda menuju Kecamatan Long Bagun itu dilaporkan karam setelah diduga membawa muatan melebihi kapasitas.
Insiden tersebut langsung mendapat penanganan aparat kepolisian yang bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi serta penyelidikan awal. Dugaan sementara mengarah pada kelebihan muatan yang membuat kapal tidak stabil saat melintasi arus deras Sungai Mahakam.
Komandan Kapal Polisi KP XII-2011, Aipda Albert Deman B, menjelaskan pihaknya menerima laporan kejadian dan segera menerjunkan personel ke tempat kejadian perkara (TKP). Fokus utama saat itu adalah memastikan keselamatan seluruh orang yang berada di atas kapal.
“Kami langsung mendatangi TKP, meminta keterangan nahkoda, mengumpulkan bahan keterangan saksi, serta membantu proses evakuasi penumpang dan anak buah kapal,” ujar Albert.
Ia menegaskan, aparat juga melakukan koordinasi lintas satuan guna mempercepat penanganan insiden tersebut. Kerja sama dilakukan bersama Polsek Muara Kaman dan Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Kutai Kartanegara.
“Kami juga berkoordinasi dengan Polsek Muara Kaman serta Sat Polairud Polres Kukar untuk langkah penanganan lebih lanjut, termasuk penyelidikan penyebab pasti kecelakaan,” jelasnya.
Berdasarkan data manifes, kapal tercatat mengangkut 42 orang yang terdiri dari penumpang serta kru. Namun setelah dilakukan pendataan di lapangan, jumlah sebenarnya mencapai 52 orang.
Selisih tersebut menjadi perhatian serius aparat karena berkaitan langsung dengan standar keselamatan pelayaran. Polisi menduga kelebihan kapasitas berkontribusi terhadap hilangnya keseimbangan kapal saat dihantam arus kuat.
“Diketahui bahwa jumlah penumpang yang tercatat di manifes 42 orang tidak sesuai dengan realita di lapangan bahwa jumlah orang yang ikut di kapal berjumlah 52 orang,” tegas Albert.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan seluruh orang di atas kapal berhasil diselamatkan dan telah dipindahkan ke lokasi aman untuk proses pendataan lanjutan. Hingga kini, korban jiwa dilaporkan nihil.
“Seluruh penumpang beserta ABK selamat dan dalam kondisi aman, saat ini masih dalam proses pendataan oleh petugas,” katanya.
Kerugian materil akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Nilai tersebut mencakup kapal dan mesin, muatan sembako serta beras, hingga enam unit sepeda motor yang turut tenggelam.
Albert menambahkan, penyidik masih mendalami kronologi lengkap kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam operasional kapal. Nahkoda KM Dahliya F3 telah diamankan guna dimintai keterangan lebih lanjut.
“Saat ini nahkoda kapal sudah diamankan di Polsek Muara Kaman untuk dimintai keterangan dan menunggu proses lebih lanjut,” ungkapnya.
Polisi menyimpulkan dugaan awal kecelakaan air tersebut dipicu kombinasi kelebihan muatan dan derasnya arus di kawasan Ulak Besar yang dikenal memiliki pusaran air cukup kuat.
“Dugaan sementara laka air terjadi akibat over capacity atau overload muatan, terkena arus deras atau ulak besar Sungai Mahakam yang menyebabkan kapal oleng dan akhirnya tenggelam,” tutup Aipda Albert Deman B. (*)



