NIUS.id – Bagi warga Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur, musim hujan kerap menjadi hambatan besar dalam beraktivitas. Ruas jalan tanah yang menjadi jalur utama masyarakat sering kali berubah menjadi genangan air, mengisolasi beberapa wilayah dan menyulitkan mobilitas warga. Namun, kondisi tersebut kini perlahan berubah.
Pemerintah Kecamatan Muara Ancalong bersama masyarakat dan sejumlah perusahaan swasta kini tengah fokus menggenjot peningkatan badan jalan pada ruas Kilometer 1 hingga Kilometer 4. Pekerjaan ini menjadi prioritas utama karena titik tersebut selama ini menjadi langganan genangan air dan lumpur ketika hujan tiba.
Camat Muara Ancalong, Muhammad Harun Rasyid, menjelaskan bahwa peningkatan jalan ini merupakan kebutuhan mendesak yang telah lama ditunggu warga.
“Kalau musim hujan, masyarakat kami mau tidak mau harus naik perahu atau ketinting untuk melintas karena jalannya tergenang air,” ungkapnya, menggambarkan betapa krusialnya proyek tersebut sebagai penghubung antarwilayah dan jalur distribusi hasil pertanian serta perkebunan.
Harun mengakui, pelaksanaan proyek tidak lepas dari tantangan, terutama akibat cuaca yang tidak menentu serta keterbatasan alat berat. Meski demikian, semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan pekerjaan ini.
“Kami sangat terbantu dengan kontribusi perusahaan. Beberapa perusahaan di Muara Ancalong ikut membantu alat berat, dump truck, hingga material urukan tanah. Semua pihak bekerja sama—pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta,” jelasnya, Jumat (31/10/25)
Dukungan tersebut datang dari sejumlah perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang turut mempercepat proses perbaikan jalan. Saat ini, pekerjaan di ruas jalan tersebut telah mendekati tahap akhir, dengan sekitar satu kilometer lagi yang masih dikejar penyelesaiannya.
Pemerintah Kecamatan menargetkan agar jalan poros ini dapat difungsikan sepenuhnya sebelum musim banjir besar tiba.
“Target kami, sebelum akhir tahun ini masyarakat sudah bisa menikmati hasil kerja keras bersama dan tidak lagi terisolasi saat banjir,” tegas Harun.
Ia menambahkan, keberadaan infrastruktur jalan yang layak bukan hanya mempermudah akses warga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan memperlancar distribusi hasil pertanian.
“Jalan yang baik berarti pergerakan ekonomi juga lancar. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Bupati Kutai Timur dijadwalkan akan meninjau langsung progres pembangunan jalan ini pada awal November mendatang.
Harun berharap kunjungan tersebut dapat memperkuat dukungan dan mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur dasar di wilayahnya. “Kami berharap dukungan ini terus berlanjut agar Muara Ancalong semakin maju dan infrastrukturnya semakin kuat,” pungkasnya. (*)


