BontangKALTIMNEWS

Kelompok Tani Agro Lestari Jadi Penopang Pasokan Cabai Lokal di Bontang

×

Kelompok Tani Agro Lestari Jadi Penopang Pasokan Cabai Lokal di Bontang

Sebarkan artikel ini
Pantauan harga pangan di pasar rawa indah Bontang. Foto/Lia Abdullah

NIUS.id – Kelompok Tani Agro Lestari menjadi salah satu penopang pasokan cabai rawit lokal di Kota Bontang di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan. Dari lahan sekitar setengah hektare, para petani mampu memproduksi cabai secara rutin untuk memasok pasar.

Peran petani lokal ini terungkap saat Satgas Pangan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan instansi terkait melakukan pemantauan ketersediaan serta stabilisasi harga bahan pokok di sejumlah titik di Kota Bontang, Kamis (5/3/2026).

Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Randy Anugrah Putranto mengatakan sektor pertanian lokal memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan bahan pangan di daerah.

“Kami melihat langsung bagaimana petani lokal berkontribusi dalam menjaga pasokan cabai di Bontang, terutama saat permintaan meningkat seperti sekarang,” ujarnya.

Dari lahan sekitar setengah hektare yang dikelola Kelompok Tani Agro Lestari, petani mampu memanen cabai rawit sekitar 200 kilogram setiap empat hari. Hasil panen tersebut kemudian dijual kepada tengkulak sebelum masuk ke pasar.

Harga jual cabai rawit dari petani berada pada kisaran Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram, sementara di pasar tradisional harganya tercatat mencapai Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram sejak awal Ramadan.

Randy menilai produksi dari petani lokal sangat membantu menjaga ketersediaan cabai di tengah lonjakan permintaan menjelang Lebaran.

“Pasokan dari petani lokal seperti ini sangat penting untuk membantu menjaga stabilitas pasokan di pasar,” katanya.

Selain meninjau lahan cabai milik petani, tim Satgas Pangan juga melakukan pemantauan di Pasar Rawa Indah serta sejumlah toko dan retail modern di Bontang.

Hasil pemantauan menunjukkan harga telur berada di kisaran Rp62.000 hingga Rp65.000 per piring, sedangkan daging sapi dijual sekitar Rp160.000 per kilogram.

Randy menegaskan pengawasan terhadap distribusi bahan pokok akan terus dilakukan untuk mencegah potensi penimbunan maupun permainan harga.

“Kami memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak ada praktik kecurangan yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, stok beras medium dan premium di sejumlah toko masih tersedia meskipun sebagian sedang dalam proses pemesanan ulang dari distributor.

Program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng rakyat Minyak Kita juga masih tersedia sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga di pasaran.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *