NIUS.id – Kondisi sejumlah jalan provinsi di Kalimantan Timur kembali mendapat sorotan dari Fraksi PAN–Nasdem DPRD Kaltim. Dalam pandangan umum yang dibacakan oleh anggota DPRD Kaltim, Abdul Giaz, pada Rapat Paripurna ke-45, fraksi menilai infrastruktur jalan yang menghubungkan antarwilayah di Kaltim masih jauh dari memadai.
PAN–Nasdem menyoroti kondisi jalan dari Samarinda menuju Kutai Barat yang disebut mengalami kerusakan parah dan belum tersentuh perbaikan yang berarti. Hal serupa juga terlihat pada jalur menuju Bontang, Kutai Timur, hingga Berau, yang dinilai belum mencapai kategori jalan mantap.
Menurut fraksi, kualitas jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan ekonomi dan sosial masyarakat. Buruknya kondisi infrastruktur akan mempengaruhi produktivitas dan pelayanan publik antarwilayah.
“Karena itu, fraksi meminta pemerintah daerah segera menyusun langkah percepatan penanganan,” tutur Giaz, Jumat (12/12/25).
Tidak hanya soal jalan eksisting, PAN–Nasdem juga mempertanyakan kelanjutan pembangunan Jalan Tol Samarinda–Bontang. Proyek tersebut dinilai krusial mengingat volume lalu lintas di jalur nasional terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Fraksi meminta penjelasan mengenai progres dan strategi pemerintah dalam mengatasi keterlambatan pembangunan,” imbuhnya.
Selain ruas antarkabupaten, infrastruktur di kota besar juga mendapat perhatian. Fraksi meminta pelebaran ruas Jalan Mulawarman di Balikpapan serta perbaikan saluran drainase yang dinilai belum optimal. Mereka juga mendesak adanya upaya yang lebih serius dalam pengendalian banjir di kawasan yang menjadi kewenangan provinsi.
PAN–Nasdem menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur merupakan komponen penting dalam menyokong pembangunan ekonomi Kaltim ke depan. Mereka berharap catatan yang disampaikan dapat menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan APBD 2026. (*)



