EKONOMINEWS

Emas Naik-Turun Sepanjang Pekan, Pasar Masih Bimbang

×

Emas Naik-Turun Sepanjang Pekan, Pasar Masih Bimbang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Emas

NIUS.id – Pergerakan harga emas dunia sepanjang pekan lalu terbilang tidak stabil. Sempat menguat di awal pekan, logam mulia ini kemudian berbalik melemah hingga akhir perdagangan.

Dalam sepekan, harga emas bergerak di kisaran USD 5.000 hingga USD 5.240 per ons. Kenaikan sempat terjadi hingga Selasa pagi, namun setelah itu tekanan mulai muncul seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap konflik di Timur Tengah yang berpotensi berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Dari survei mingguan Kitco News, terlihat jelas bahwa pelaku pasar masih belum satu suara. Investor besar di Wall Street cenderung ragu, sementara investor ritel justru masih menyimpan optimisme—meski tidak sekuat sebelumnya.

Analis senior Forex.com, James Stanley, melihat peluang kenaikan masih terbuka. Menurutnya, bertahannya harga emas di level USD 5.000 menjadi sinyal penting.

“Selama level itu bisa dipertahankan, peluang kenaikan tetap ada. Investor bullish masih punya ruang untuk mendorong harga naik,” ujarnya.

Namun tidak semua pandangan sejalan. Rich Checkan justru melihat potensi tekanan dalam jangka pendek, terutama menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

Menurutnya, pasar cenderung berhati-hati menunggu arah kebijakan suku bunga. Jika suku bunga tetap tinggi, daya tarik emas bisa sedikit berkurang.

Di sisi lain, Adrian Day menilai faktor moneter tetap menjadi penentu utama pergerakan emas dalam jangka panjang. Sementara isu geopolitik, meski sempat mengguncang, biasanya hanya berdampak sementara.

“Geopolitik memang bikin harga bergerak cepat, tapi pada akhirnya arah emas tetap ditentukan faktor moneter,” katanya.

Hasil survei Kitco menggambarkan kondisi pasar yang benar-benar “abu-abu”. Dari 15 analis yang terlibat, masing-masing 40 persen memprediksi harga emas akan naik dan turun. Sisanya memilih netral.

Menariknya, sentimen investor ritel justru lebih optimistis. Dari 270 responden, sekitar 63 persen masih percaya harga emas akan naik dalam waktu dekat. Sisanya terbagi antara yang pesimistis dan yang melihat harga akan bergerak datar.

Ini menunjukkan adanya perbedaan cara pandang antara investor besar dan ritel dalam membaca situasi pasar saat ini.

Untuk pekan ini, perhatian pasar akan tertuju pada sejumlah agenda besar, terutama keputusan suku bunga dari berbagai bank sentral dunia.

Selain Amerika Serikat, keputusan juga akan datang dari negara-negara seperti Australia, Kanada, Jepang, Inggris, hingga kawasan Eropa. Data ekonomi AS, mulai dari sektor manufaktur hingga inflasi produsen, juga akan menjadi bahan pertimbangan investor.

Dengan banyaknya faktor yang saling tarik-menarik, pergerakan harga emas dalam waktu dekat diperkirakan masih akan fluktuatif—belum benar-benar menemukan arah yang jelas. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *